RADAR JOGJA – Hari terakhir seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tingkat SMA/SMK di Kota Jogja, masih diwarnai adanya keluhan dari orang tua. Salah satunya di SMAN 3 Jogja.

Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Jogja Suhirno menyampaikan, di hari terakhir seleksi PPDB kuota siswa yang masuk di SMA itu telah terpenuhi. Kuota keseluruhan ada 252 siswa. “Tinggal bergeser-geser saja untuk mencari ranking. Tapi untuk saat ini sudah relatif stabil, baik jalur prestasi, zonasi, afirmasi, perpindahan, semua sudah terpenuhi,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja kemarin (1/7).

Suhirno menyebutkan, orang tua siswa yang datang untuk mencari informasi terkait PPDB online ini cukup banyak. Dari hari pertama Senin (29/6) hingga hari terakhir Rabu (1/7), masih ada yang datang. “Sampai hari ini pun masih ada keluhan,” ungkapnya.

Rata-rata per hari orang tua yang datang ada 20 orang. Namun untuk kemarin (1/7) relatif berkurang dan sedikit. “Dari awal bisa teratasi dengan baik dan tidak ada kendala berarti,” tambahnya.

Sebagian besar orang tua yang datang menanyakan soal pagu atau daya tampung sekolah yang berubah-ubah. Suhirno menyebutkan, memang ada perubahan yang sudah diatur dalam sistem oleh panitia pusat, Dinas Pendididikan Pemuda dan Olahraga DIJ. “Tetapi itu memang dinamis. Artinya tidak pakem dan bisa berubah. Hari ini pun juga masih bisa berubah,” katanya.

Dia mencontohkan untuk SMAN 3 Jogja ada jalur afirmasi sebanyak tujuh kuota, kemudian bisa berubah menjadi enam, karena yang terisi cuma enam. Maka sisanya harus dialihkan ke jalur lain, yaitu jalur zonasi.

“Karena di jalur itu minimal 55 persen, kalau jalur yang lain tidak bisa karena sudah saklek. Artinya jalur zonasi itu bisa ditambah jumlahnya asal tidak melebihi masing-masing rombel. Rombelnya kan 36,” papar dia. Keluhan lain ada yang sudah masuk tetapi merasa belum muncul.

Suhirno menyebutkan, jalur PPDB yang paling cepat terpenuhi di SMAN 3 Jogja adalah jalur prestasi. Langsung penuh karena mereka yang sudah yakin nilainya tinggi langsung masuk. “Di tempat kami tertinggi itu nilainya 95, kemudian mengikuti 94 dan seterusnya. Prestasi sudah penuh, yang lain langsung ambil zonasi,” ungkapnya.

Terkait perubahan daya tampung, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIJ Didik Wardaya juga menyampaikan, perubahan daya tampung atau kuota yang terjadi pasti di jalur zonasi. “Karena jika pendaftar di jalur afirmasi, prestasi, ataupun perpindahan tugas orang tua, itu tidak atau belum terpenuhi otomatis akan bertambah ke jalur zonasi,” katanya. (cr1/laz)

Jogja Raya