RADAR JOGJA – Pantai Parangtritis dan Puncak Becici masuk dalam 10 destinasi wisata yang ditunjuk Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ dalam simulasi SOP new normal. Acuan yang digunakan dalam sistem kerja pengelola objek wisata (obwis) adalah suhu tubuh. “Wisatawan dengan suhu tubuh sampai 37,5 derajat celcius boleh masuk objek wisata,” ujar Ketua Tim Pendamping Pariwisata DIJ Hari Rachmadi Kamis (25/6).

Hal ini sudah dipenuhi oleh Pantai Parangtritis dengan adanya pengecekan suhu tubuh terhadap warga di tempat pemungutan retribusi (TPR). Namun, belum tersedianya mesin bayar non-tunai disayangkan oleh Hari. Padahal ini nantinya dapat berdampak positif. Sebab wisatawan terkadang enggan membawa uang tunai dalam jumlah banyak. “Selain sebagai salah satu cara mengurangi kontak langsung,” sebutnya.

Hari juga menyoroti protokol penanggulangan wisatawan yang berpotensi terpapar Covid-19. Dia menyebutkan, belum ada regulasi yang mengatur tentang ketentuan pakaian dan prosedur penanggulangan. Hari mewanti- wanti jangan sampai terjadi saling lempar tanggung jawab. Secara keseluruhan Hari mengakui, Pantai Parangtritis adalah obwis yang paling siap dengan SOP new normal se-DIJ.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat klinik kecil di sekitar area parkir Pantai Parangtritis. Klinik tersebut akan digunakan sebagai tempat mengecek kesehatan. “Pada prinsipnya, kami sudah melakukan kerja sama dengan pelayan kesehatan atau puskesmas, masing-masing pihak sudah sepakat untuk mendukung,’’ akunya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis Muhammad Arif Nugraha mengaku, tidak diajak berembuk. Oleh sebab itu, penanggulangan wisatawan yang berpotensi terpapar Covid-19 bukan menjadi kewenangannya. “Kewenangan kami hanya di kecelakaan laut,” sebutnya.

Kendati begitu, Arif mengaku timnya terhubung dengan anggota public safety center (PSC) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul. “Inisiatif kami, kalau ada yang tiba-tiba pingsan tanpa adanya penyebab, akan kami serahkan ke PSC,” paparnya.

Ketua Operator Puncak Becici Sugandi Saputra mengaku menyediakan ruang isolasi bagi wisatawan yang memiliki tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius. Petugas juga menjalin kerjasama dengan puskesmas. “Sementara ini, acuan kami thermo gun,” ujarnya.

Namun diakui, Puncak Becici masih harus berbenah. Ada beberapa yang masih harus dilengkapi seperti kebutuhan ringan. Tempat cuci tangan belum ada di masing-masing spot.

Sedangkan anggota Tim Pemulihan Pariwisata DIJ Iswandiari menekankan, perilaku pariwisata dan pengunjung harus menjadi perhatian utama. “Kami harapkan semua taat protokol. Jangan sampai ada gelombang kedua penularan Covid-19,” tandasnya. (cr2/din)

Jogja Raya