RADAR JOGJA – Penerapan QR Code di kawasan Malioboro bagi pengunjung menimbulkan pro kontra. Sebab, ada pengunjung yang enggan melakukan scan QR Code dengan alasan keamanan data pribadi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja Tri Hastono menyebutkan data pengunjung dijamin aman. Scan QR Code semata-mata untuk memantau dan mendeteksi pengunjung jika sewaktu-waktu ada kasus penyebaran Covid-19 di kawasan itu. “Jika ada yang positif, maka akan mudah dan lebih cepat untuk melacaknya,” jelas pria yang akrab disapa Kelik kemarin (24/6).

Ke depan, QR Code akan dimodifikasi dan diperbaharui menjadi lebih baik lagi. Supaya pengunjung lebih dipermudah dalam melakukan scan QR code. Pihaknya, juga akan bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jogja. ”QR Code ini rencananya akan menggunakan NIK, agar lebih mudah,” kata Kelik.

Seperti diketahui, saat ini pengunjung yang memasuki kawasan percontohan, yakni Malioboro harus memindai QR Code terlebih dahulu menggunakan gawai dan melengkapi data. Data yang selama ini dibutuhkan, masih nama dan nomor telepon.

Dari situ, maka pihaknya akan nengetahui pergerakan pengunjung atau wisatawan Malioboro. Dari hasil perekaman tersebut, akan terlihat waktu kedatangan pengunjung. Juga, dikerahui perpindahan dari titik satu ke titik yang lain, dan sebagainya. Nantinya, diefektifkan dengan hanya menggunakan NIK saja. “Ini yang sedang kami rancang,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, QR Code di kawasan Malioboro baru permulaan dan menjadi percontohan untuk kemudian merambah ke sektor yang lain yang lebih luas di Kota Jogja. “Besok juga akan sampai ke kos-kosan juga. Sudah terpikirkan sampai situ,” ujarnya. (cr1/bah)

Jogja Raya