RADAR JOGJA – Pecandu dan Korban Penyalahgunaan narkoba selama ini dalam melaksanakan rehabilitasi selalu mengakses fasilitas rehabilitasi. Baik yang berasal dari Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP) maupun Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) yang diselenggarakan oleh Masyarakat.

Selama ini terkadang dalam mengakses rehabilitasi tersebut kurangnya informasi yang didapatkan menyebabkan sempitnya jangkauan layanan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Oleh karena itu pada 2020 di luncurkanlah program “Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)” di Kota Jogja.

Kasie Rehabilitasi BNN Kota Jogja Ari sutyasmanto, S. Farm, Apt. menjelaskan, Program Intervensi Berbasis Masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dibidang rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkotika yang dirancang dari masyarakat dan untuk masyarakat. Terdiri dari kegiatan Skrining Intervensi Lapangan (SIL), Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM) dan Kegiatan Pasca Rehabilitasi oleh Agen Pemulihan (AP) dengan memanfaatkan fasilitas dan potensi masyarakat.

Jadi program ini sebenarnya dirancang dengan masyarakat di suatu wilayah sebagai subjek utamanya. Program Pemulihan Berbasis Masyarakat atau yang biasa dikenal dengan sebutan Program PBM adalah layanan yang paling banyak dibutuhkan oleh pengguna narkoba dan layanan termurah yang dapat disiapkan melalui kegiatan penjangkauan, deteksi dini, edukasi dan pendampingan serta rujukan sesuai tingkat keparahan dan kebutuhan pengguna narkoba.

Program PBM yang dirancang ini memiliki tujuan yaitu pertama untuk menemu-kenali pengguna narkoba atau yang biasa disebut dengan deteksi dini terhadap pengguna narkoba. Nantinya program PBM ini akan membutuhkan orang-orang yang berperan aktif didalam tim PBM yang biasa disebut dengan kader.

Kader-kader ini sebelum melaksanakan kegiatan atau program IBM akan diberikan pelatihan mengenai teknis pelaksanaan program tersebut. Tujuan yang kedua yaitu untuk memberikan informasi bagaimana cara mengatasi masalah penggunaan narkoba.

Selama ini kadang ditemui banyak pecandu dan penyalahguna sebenarnya menginginkan untuk pulih tetapi tidak mengetahui bagaimana caranya. Tujuan yang ketiga yaitu untuk melakukan penjangkauan untuk identifikasi pengguna narkoba dan tingkat permasalahannya.

Para pecandu dan penyalahguna selama ini ketika mereka menggunakan narkoba juga sering ditemui memiliki masalah yang kompleks yang kadang itu menjadi trigger (pemicu) yang bersangkutan akan relapse kembali. Tujuan yang keempat yaitu untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada pengguna narkoba dengan tingkat risiko rendah melalui intervensi awal.

Pada 2020 ini BNN Kota Jogja bekerja sama dengan stakeholder terkait menetapkan 1 kelurahan yang menjadi pilot project dalam program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yakni di kelurahan Brontokusuman.

Proses yang sudah berlangsung telah terbentuk tim Kader Intervensi Berbasis Masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat maupun Ibu-ibu PKK yang diharapkan nantinya akan berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Selain kader IBM juga telah dibentuk tim Agen Pemulihan (AP) yang akan melaksanakan program pasca rehabilitasi di kelurahan Brontokusuman. Harapan kita tentunya dimasa yang akan datang akan banyak lagi kelurahan di kota Jogja yang dapat ditetapkan juga sebagai tempat untuk melaksanakan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) sehingga nantinya para pecandu dan penyalahguna narkoba akan mengakses program ini secara lebih mudah. (*/ila)

Jogja Raya