RADAR JOGJA – Rencana proyek pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Jogjakarta-Solo masih berlanjut. Ribuan tiang pancang telah terpasang di sepanjang stasiun Balapan Solo hingga Stasiun Tugu Jogjakarta. Proyek pembangunan fasilitas ini menjadi wewenang Ditjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Budiyanto mengatakan pengerjaan konstruksi saat ini berupa pemasangan tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Pengerjaan komponen fasilitas tersebut dibagi beberapa tahapan. Setidaknya ada 13 paket pengerjaan yang dilakukan. Dengan anggaran kisaran Rp 35 miliar hingga Rp Rp 36 Miliar.

“Pembangunan itu dimulai dari KM 107 hingga KM 154 untuk trek Jogjakarta-Solo. Pengerjaan sepenuhnya oleh Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Diawali sejak Januari kemarin. Info awal harus selesai tahun ini, 2020,” jelasnya, ditemui di Stasiun Tugu, Rabu (24/6).

Pembangunan LAA memiliki peran sangat penting. Komponen ini digunakan sebagai daya penggerak KRL. Itulah mengapa pembangunan tiap pancang cukup rapat untuk seluruh trek Jogjakarta-Solo.

Setelah terealisasi, moda transportasi ini mampu memangkas jarak tempuh perjalanan Jogjakarta-Solo. Selain itu juga ramah lingkungan. Ini karena sumber daya energi yang digunakan adalah listrik.

“Keunggulan KRL karena dayanya listrik dibanding kereta diesel, (KRL) lebih bersih dan ramah lingkungan. Tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencapai kecepatan tertentu. Tepat waktu dan waktu tempuh lebih cepat,” katanya.

Terkait progres pembangunan diakuinya lebih cepat dari jadwal. Penyebabnya adalah berhentinya operasional beberapa kereta apik jarak jauh maupun perjalanan lokal. Alhasil proses pemasangan tiang pancang lebih optimal.

“Pembangunan cepat karena kebetulan operasional kereta api banyak yang off akibat Covid-19. Window time atau waktu luang lebih leluasa. Kalau dari target, sepertinya bisa lebih cepat selesai,” ujarnya.

Terkait KRL sebagai pengganti kereta Prambanan Ekspres (Prameks), Eko belum bisa menjawab. Hanya saja rute yang dilayani sama, Jogjakarta-Solo dan sebaliknya. Pihaknya masih menunggu kepastian dari Kemenhub terkait operasional KRL.

Tercatat hingga saat ini ada 10 perjalanan KA Prameks. Kondisi ini berlaku normal sebelum adanya Covid-19. Sementara selama Covid-19, KA perjalanan lokal ini hanya berlaku 4 relasi perjalanan Jogjakarta-Solo.

“Untuk prameks setelah ini diapakan belum tahu. Tapi program dioperasikannya kereta api listrik tentunya untuk mengganti prameks. Rutenya sama Solo Balapan sampai Jogjakarta. Uji coba 2020 akhir,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Raya