RADAR JOGJA – Situasi sulit akibat pagebluk Covid-19 dimanfaatkan WS alias Aji untuk melancarkan tindak pidana penipuan. Aji menyamar sebagai petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk memperdayai korbannya.
Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto menjelaskan, penipuan terjadi pada Minggu, 7 Juni 2020 pukul 23.00 di kawasan Alun-Alun Utara, Jogja. Korbannya warga Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, yang saat itu sedang menghabiskan waktu di kawasan tersebut.
Untuk memperdayai korban, Aji bertingkah layaknya petugas Covid-19 yang sedang melakukan penjagaan protap kesehatan. Pelaku menyebut korban telah melanggar aturan karena berkumpul hingga larut malam. “Pelaku menanyakan kepada korban, ini kan sudah pukul 23.00. Padahal jam 22.00 harusnya sudah pulang. Setelah itu korban mau diintogerasi,” jelasnya.
Korban pun mempercayai pernyataan pelaku dan berkenan mengikuti instruksi untuk melanjutkan pemeriksaan di kantor. Korban langsung percaya karena perawakan pelaku menyerupai seorang petugas. “Korban mau diajak ke kantornya. Supaya korban tidak lari, pelaku meminta HP korban untuk jaminan,” jelasnya.
Korban lantas menyerahkan dua HP yang dibawanya kepada WS. “Setelah HP dibawa, motor korban disuruh mengikuti, tapi terus dibawa lari,” tambahnya. Menyadari telah ditipu, korban melapor ke Polsek Gondomanan.
Pelaku sendiri segera menjual HP korban secara online dan satunya dipakai sendiri. Pelaku meraup keuntungan Rp 700 ribu dari hasil penjualan.
Purwanto mengatakan, pelaku merupakan residivis yang telah tiga kali melakukan tindak pidana penipuan. Yakni pada 2016 di Klaten, 2017 di Bantul, dan 2019 di Sleman. Pelaku juga baru menghirup udara bebas Oktober tahun lalu.
Seluruh modus pelaku pun serupa, yakni dengan mengaku-ngaku sebagai petugas. “Di Sleman mengaku petugas Satnarkoba. Dia mendekati korban, lalu meminta HP-nya,” katanya.
Purwanto mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai seorang petugas yang meminta jaminan barang. “Jangan sampai percaya kalau ada orang mengaku petugas meminta jaminan barang. Kalau betul petugas, tidak mungkin meminta barang untuk jaminan,” tuturnya. (tor/laz)

Jogja Raya