RADAR JOGJA – SD Mutiara Persada yang berlokasi di Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul mewisuda 50 siswanya secara drive thru Senin (15/6). Metode ini menjadi jawaban, sebuah seremoni berlangsung sesuai protokol kesehatan.

Kepala SD Mutiara Persada Ari Rosiana mengatakan, siswanya sempat bersedih lantaran sekolah membatalkan seremonial wisuda. Padahal, mereka sangat menantikan prosesi ini setelah enam tahun berseragam merah putih. Hingga, munculah ide dari guru dan tim kreatif untuk dapat melangsungkan wisuda, tapi tetap mematuhi protokol Covid-19.

Perempuan yang akrab disapa Miss Rossi pun menilai drive thru adalah metode yang paling tepat. Sebab tidak semua siswa terfasilitasi dengan baik untuk melangsungkan wisuda secara live streaming. Hanya saja, persiapannya yang singkat membuat panitia harus lembur menetapkan simulasi. “Alhamdulillah, anak-anak dan orang tua mematuhi peraturan,” ucapnya.

Dalam prosesnya, siswa dan walin hanya diperkenankan datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Memasuki halaman sekolah, petugas memeriksa suhu tubuh dan memberikan mereka hand sanitizer. Jika suhu tubuhnya normal, mereka dapat mendekati lokasi wisuda. Namun, hanya siswa saja yang diperkenankan turun dari kendaraan.

DARI KENDARAAN: Pelajar kelas VI SD
Mutiara Persada mengikuti prosesi wisuda
kelulusan secara drive thru, di sekolah
mereka, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul,
kemarin (15/6). Wisuda menerapkan
protokol kesehatan secara ketat ( GUNTUR AGA TIRTANA/ RADAR JOGJA )

Melewati karpet merah, siswa yang diwisuda berjalan seorang diri. Sedangkan walinya hanya dapat menyaksikan dan mengabadikan proses wisuda yang berjalan sekitar empat menit itu dari dalam kendaraan. Sekolah menyerahkan surat keterangan kelulusan, rapor, boneka tanda pelepasan, dan botol minum sebagai goodybag kepada siswa. “Setelah itu, siswa dapat berfoto untuk dijadikan kenang-kenangan,” sebut Miss Rossi.

Lokasi wisuda berada di luar ruangan. Sehingga, baik siswa dan petugas terkena sinar matahari langsung. “Spot dipasang di luar ruangan, sesuai protokoler Covid dan syarat pemerintah,” jelasnya.

Siswa diperbolehkan berfoto dalam tiga sesi, yaitu bersama kepala sekolah, kepala sekolah-wali kelas, dan seorang diri. Pada saat berfoto, jarak aman diperhatikan dan tidak diperkenankan melepas masker. Selanjutnya, anak diperkenankan langsung pulang.

Salah seorang wali murid, Setyowati Kusumaningtias mengatakan, wisuda secara drive thru ini cukup mengurangi kesedihan buah hatinya. Sebenarnya, dia dan anaknya diminta sebagai perwakilan wali murid yang akan menerima penyerahan kembali siswa dari sekolah kepada orang tua secara simbolis. “Anak saya sudah membayangkan akan dikalungkan medali kelulusan. Setelah dapat kabar wisuda drive thru jadi senang,” ucapnya. (cr2/bah)

Jogja Raya