Munculnya banyak pesepeda baru di jalananan Jogjakarta, membuat omzet para penjual sepeda meningkat pesat. Juga jasa servis sepeda. Bahkan penjual sepeda bekas turut kecipratan berkahnya.

Hery Kurniawan, Jogja, Radar Jogja

RADAR JOGJA – Panen. Itulah yang dirasakan oleh penyedia jasa servis perbaikan sepeda di Kota Jogja. Beberapa pekan terakhir ini Rahmad, pemilik bengkel sepeda Tresno Bike Pancal Pedal mendapatkan orderan memperbaiki sepeda. Kondisi itu bertolak belakang dengan yang dirasakannya pada awal masa pandemi korona dulu.

“Saat awal-awal lockdown karena korona dulu saya malah seringnya cuma tidur-tiduran saja, karena tidak ada yang nyervis,” tuturnya sembari tertawa, ketika ditemui di bengkelnya di kawasan Kotagede, Minggu (14/6). Rahmad mengaku peningkatan orang yang memperbaiki sepeda di bengkelnya cukup luar biasa.

Dijelaskan Rahmad, sejak H-5 Idul Fitri lalu sudah tampak adanya peningkatan penggowes yang hendak memperbaiki sepedanya. Menurut Rahmad sejak saat itu dia bisa memperbaiki 5-7 unit sepeda setiap harinya. “Padahal di hari biasa satu sepeda per hari saja itu tidak mesti ada,” ujarnya yang mengaku kerepotan karena bekerja sendirian di bengkel tersebut.

Jika jasa servis sepeda saja panen, apalagi toko penjualan sepeda. Surya Halim salah satunya. Pemilik toko sepeda di yang terletak di sekitaran Jalan Magelang itu mengaku peningkatan penjualan. Surya yang menjual sepeda baru di tokonya itu menjelaskan, peningkatan penjualan di tokonya sudah terjadi sejak awal Juni lalu. “Sekarang ini bisa 15 orang pembeli setiap hari,” katanya.

Ada beberapa jenis sepeda yang menjadi favorit pembeli. Surya menyebut, salah satunya adalah jenis folding bike. Namun, beberapa sepeda dengan jenis lain juga tetap diminati oleh pembeli. “Paling banyak dicari itu folding bike, yang mountain bike juga ada sih,” jelasnya. Bagaimana dengan harganya? Surya menjawab, “Di kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta.”

Peningkatan penjualan bukan hanya menyasar pada sepeda baru saja. Sepeda bekas yang memiliki harga jauh lebih murah juga diminati oleh pembeli. Salah satu pengusaha sepeda bekas asal Kotagede, Nurindra Darwawan mengungkapkan, sebenarnya sepeda bekas sudah bagus pasarnya. Bahkan sebelum era pandemi korona. Untuk harga, sepeda bekas yang dijualnya berkisar di bawah Rp 1 juta. “Sepeda bekas sebelum korona sudah ramai, tapi memang belakangan makin ramai,” ujarnya.

Kembali trennya bersepeda di DIJ belakangan ini, dia bisa menjual lebih dari lima sepeda bekas dalam satu hari. “Sebenarnya kalau dituruti bisa sepuluh lebih, tapi memang sengaja saya batasi, kalau ditotal dalam sebulan terakhir sudah 100 sepeda lebih yang berhasil saya jual,” jelasnya. (pra)

PILIH-PILIH: Warga mendatangi beberapa toko sepeda di Jogja untuk memilih jenis sepeda yang sesuai. Peningkatan permintaan membuat harga sepeda juga naik.( HERY KURNIAWAN/RADAR JOGJA )
Jogja Raya