RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi memastikan tidak ada penutupan pasar tradisional. Pernyataan ini guna menjawab adanya hasil reaktif atas uji rapid diagnostic test (RDT) ke sejumlah pasar tradisional. Dari total 250 sampel, tiga di antaranya dinyatakan reaktif.

Pria yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini memastikan presentase temuan masih sangat kecil. Terlebih objek dari uji RDT ini adalah pedagang dari 10 pasar. Belum lagi hasil uji swab pasca temuan reaktif.

“Angkanya masih sangat kecil, itupun masih menunggu hasil uji swab. Belum ada rencana sampai sana (penutupan pasar tradisional). Aktivitas ekonomi tetap bisa berjalan,” jelasnya, ditemui di Ruang Sadewa Balai Kota Jogja, Rabu (10/6).

Pertimbangan tidak adanya penutupan pasar tradisional telah melalui kajian. Terutama atas hasil screening uji RDT. Walau menggunakan metode random sampling namun bisa menjadi acuan.

“Masih belum bisa dipastikan pedagang tersebut positif Covid-19 atau tidak. Ya tunggu hasil swabnya. Reaktif rapid tes kan belum tentu positif Covid-19, bisa juga negatif,” katanya.

Pasca dinyatakan reaktif, pedagang wajib menjalani isolasi. Pemkot Jogja sendiri telah memfasilitasi karantina di shelter Kementerian Sosial (Kemensos) RI di jalan Veteran. Setelahnya, pedagang langsung menjalani uji swab.

Tak hanya shelter Kemensos, Pemkot Jogja juga telah menyiapkan shelter Kementerian PUPR. Gedung ini memiliki kapasitas 40 kamar. Sementara shelter Kemensos memiliki kapasitas 70 kamar.

“Total 110 kamar, kapasitas masih sangat memadai untuk isolasi,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya