RADAR JOGJA – Seniman Hadi Soesanto yang akrab disapa Hasoe menyumbangkan lukisan senilai ratusan juta rupiah kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ. Lukisan diharapkan dapat memberikan semangat bagi anggota dan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIJ dalam berperang melawan Covid-19.

Hasoe mengungkapkan, karya seni yang disumbangkan menjadi lukisan seri keenam yang dibuat untuk merespons fenomena pandemi virus korona. “Pertama pernah buat lukisan kecil dan beberapa seri. Ini yang terbesar. Berukuran 130 x 150 cm,” jelasnya Senin (8/6).

Ide untuk memberi dukungan dengan menyumbangkan karya seni tercetus dari seorang rekannya. “Saya berharap dengan terpajangnya lukisan di sini dapat memberi support lebih kepada teman-teman TRC,” katanya.

Lukisan yang dijuduli New Hope ini pembuatannya dikebut selama lima hari. Inspirasinya dari seorang relawan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Menurutnya, relawan harus banyak berkorban di tengah pagebluk Covid-19. Misalnya harus meninggalkan keluarga dan mengenakan APD dalam jangka waktu lama. “Memakai APD hanya beberapa menit saja sudah berkeringat, padahal mereka pakai berjam-jam,” tandasnya.

Lukisan beraliran realis ini menggambarkan sebuah figur yang mengenakan APD lengkap. Di tengahnya terdapat sebuah teko bermotif pulau Indonesia yang digambarkan melayang. “Setiap kali pameran di luar negeri, saya selalu lukiskan teko dengan gambar Indonesia sebagai identitas Indonesia. Sekaligus memberitahu orang luar sana bahwa inilah Idonesia,” jelasnya.

Komandan TRC BPBD DIJ Wahyu Pristiawan mengapresiasi pemberian karya seni itu. Terlebih banyak anggota dan relawan yang mengidolakan sosok Hasoe. Terutama Hasoe Angel. “Ini juga didedikasikan kepada Posko Gugus Tugas di seluruh kabupaten-kota yang sampai saat ini menjadi garda terakhir penanganan Covid-19,” jelasnya.

Lukisan itu, lanjut dia, tidak akan dijual walaupun nilainya ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Lukisan akan dipajang di posko sebagai bentuk perlawanan terhadap Covid-19. “Kami tidak lihat nilainya berapa ratus juta, tapi sebagai dukungan moral bagi kami,” tandas Wahyu. (tor/laz)

Jogja Raya