RADAR JOGJA – Sejumlah mal di Kabupaten Sleman sudah mempersiapkan diri menyambut new normal. Mulai dari pembatasan jarak antarpengunjung hingga mengubah tombol lift yang awalnya menggunakan tangan, menjadi tombol kaki. Langkah pencegahan itu telah dilakukan oleh Sleman City Hall (SCH) serta Plaza Ambarrukmo.

Public Relations SCH Tika Sari menjelaskan, protokol pencegahan yang diterapkan SCH salah satunya dengan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area mal. Terutama di daerah fasilitas umum yang sering digunakan oleh pengunjung minimal empat jam sekali.

Selain itu, semua pengunjung dan karyawan yang akan memasuki area mal wajib melalui pemeriksaan suhu tubuh. Batas suhu tubuh yang ditetapkan SCH adalah 37,3 derajat Celcius. Pihaknya juga menyediakan area cuci tangan di pintu masuk yang wajib digunakan oleh setiap orang yang akan memasuki area mal.

“Pengunjung dan karyawan wajib menggunakan masker sebelum memasuki dan selama berada di area mal. Apabila terdapat pengunjung atau karyawan yang tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan memasuki area mal,” jelas Tika Minggu (7/6).

Tika menambahkan, pihaknya pun telah menetapkan pembatasan jarak antarpengunjung di beberapa area mal, seperti jarak antrean di area ATM Center, di area kasir tiap tenant, dan area customer Service. Serta toilet, area musla, dan bench. Selain itu, di eskalator juga diberikan jarak dua step antarpengunjung dan di dalam lift diberikan pembatasan kapasitas orang.

Saat inimesin karcis baik motor maupun mobil sudah tidak lagi dengan memencet tombol untuk mendapatkan karcis, namun cukup dengan sensor tangan. “Bahkan lift pengunjung pun tidak lagi menggunakan tombol tangan, namun telah disediakan pedal lift dengan menggunakan kaki,” tambahnya.

Sementara itu, Public Relation Plaza Ambarrukmo Wahyu Hidayati menuturkan dari bulan Maret pihaknya sudah menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Seperti halnya mewajibkan menggunakan masker dan penyemprotan disinfektan, pihaknya juga menyediakan hand sanitizer serta memberikan penanda jarak antar pengunjung di sejumlah area. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan petugas keamanan di eskalator ground.

Untuk aturan wajib masker, pihaknya mewajibkan setiap karyawan dan pengunjung menggunakannya. “Begitu juga dengan tenant Plaza Ambarrukmo, serta bekerja sama dengan tenant seperti adanya penanda jaga jarak di antrean toko,” tutur Ayu.

Marketing & Promotion Staff Mal Malioboro Eunike Set Satyarini mengatakan, sejauh ini mal tetap beroperasi selama pandemi. Pengelola juga sudah melakukan berbagai langkah pencegahan Covid-19 saat pra new normal. “Untuk new normal kami mengikuti SOP dari asosiasi pusat perbelanjaan dan menunggu SOP dari pemerintah terkait protokol yang harus dijalankan,” katanya Minggu (7/6).

Dia menjelaskan, pada prinsipnya siap menjalankan new normal yang akan dijalankan nanti dengan penyempurnaan SOP protokol baru. Pihaknya juga tengah berkoordinasi secara intens dengan aparat terkait persiapan jelang penerapan new normal. “Sejauh ini kami juga sudah melakukan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Protokol Covid-19 yang diterapkan selama operasional, antara lain, mewajibkan seluruh pengunjung yang masuk mal memakai masker, pengecekan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer, membersihkan titik-titik di ruang publik dengan disinfektasi ATM, railing, pintu, lift, eskalator dan sebagainya. (eno/wia/laz)

Jogja Raya