RADAR JOGJA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero memperpanjang operasi Kereta Api Luar Biasa (KLB) hingga 11 Juni. Kebijakan ini turut melonggarkan pengguna moda transportasi khusus tersebut. Dalam regulasi baru menyebutkan bahwa masyarakat umum dapat menggunakan KLB.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta Eko Budiyanto menuturkan kebijakan menyesuaikan regulasi baku. Tepatnya Surat Edaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub No KA.202/B-291/DJKA/20. Berupa Rekomendasi untuk Perpanjangan Masa Pengoperasian KLB.

“Mulai 8 hingga 11 Juni, layanan KLB dapat digunakan seluruh masyarakat secara umum. Tentunya dengan melengkapi syarat-syarat tertentu,” jelasnya, Senin (8/6).

Penumpang umum diwajibkan melengkapi seluruh persyaratan yang terdiri dari surat sehat atau surat bebas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berupa hasil uji dari rapid diagnostic test (RDT) yang non reaktif. Dapat pula menggunakan surat hasil uji swab PCR yang masih berlaku.

Penumpang juga wajib melengkapi diri dengan surat keterangan dari lurah setempat. Lalu menunjukan tujuan secara detil. Penumpang juga wajib menggunakan masker saat membeli tiket ataupun selama dalam perjalanan.

“Petugas di stasiun akan memeriksa seluruh kelengkapan dokumen calon penumpang sebelum diizinkan membeli tiket. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid -19 melalui pengoperasian KLB,” tegasnya.

Regulasi lebih tegas berlaku bagi calon penumpang dari dan menuju DKI Jakarta. Wajib mengantongi surat ijin keluar masuk (SIKM) yang diterbitkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Ketentuan ini berlaku sejak surat tersebut menjadi ketentuan mobilisasi di wilayah ibukota.

Penjualan tiket hanya dilakukan di stasiun keberangkatan mulai H-2 keberangkatan. Calon penumpang juga wajib membeli sendiri dan tidak dapat diwakilkan. Penumpang diijinkan berangkat apabila persyaratan lengkap dan suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius.

“Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, penumpang dilarang menggunakan KLB. Ini bentuk komitmen KAI untuk tetap melayani mobilitas masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Tapi juga tetap menjaga protokol bakunya,” katanya.

Operasional KLB tetap mengoperasikan enam perjalanan dengan tiga rute. Di antaranya rute stasiun Gambir menuju Surabaya Pasarturi lintas jalur selatan. Stasiun Gambir menuju Surabaya Pasar Turi lintas jalur utara dan stasiun
Bandung menuju stasiun Surabaya Pasar Turi.

Perjalanan KLB dari arah Surabaya hanya akan beroperasi setiap tanggal ganjil. Sementara KLB dari arah Jakarta dan Bandung akan beroperasi setiap tanggal genap. Jumlah penumpang juga dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat duduk.

“Regulasi awal tetap berlaku baku untuk pelonggaran KLB. Penumpang maksimal hanya 50 persen dari kapasitas. Lalu duduknya berjaraa, ada marka di kursinya. Ini wujud dari physical distancing,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Raya