RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja harus berjibaku memverifikasi 7.000 pengajuan akun data verifikasi untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB). Di antaranya secara real time online (RTO) dan secara offline khusus bagi asal SD luar kota.

Salah seorang panitia PPDB Disdik Kota Jogja Rohmat mengatakan, 75 persen di antaranya energi harus dihabiskan untuk melakukan verifikasi secara offline. Terpaksa dilakukan karena dampak dari lulusan SD menjadi kewenangan masing-masing wilayah atau kabupaten.

Tidak adanya ujian nasional (UN) tingkat DIJ, sehingga tidak memiliki database rapor. “Tahun lalu menggunakan data UASBN yang sudah ada database-nya. Kalau ada database-nya, sebenarnya nggak perlu ke sini,” katanya saat ditemui Radar Jogja di sela melayani orang tua siswa yang berkonsultasi di kompleks Kantor Disdik, Kamis (4/6).

Dia menjelaskan, Disdik tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengatur sekolah-sekolah SD luar kota. Sehingga kasus yang terjadi ketika ada siswa yang ingin mendaftar PPDB di kota, maka mau tidak mau harus melakukan pendataan secara offline. Pertimbangannya karena harus ada dokumen yang diverifikasi yaitu nilai rapor dan rata-rata calon pendaftar PPDB SMP tidak dibekali informasi dari SD asalnya. “Sehingga agar tidak serta merta mendaftarkan dan tidak terjadi kesalahan, kami harus melakukan proses ini,” ujarnya.

Nilai rapor yang dihitung adalah nilai lima semester ganjil yakni semester 7, 8, 9, 10, 11. Atau kelas 4, 5, dan 6 semester ganjil. Untuk warga Kota Jogja SD luar kota bisa mengikuti jalur wilayah dan jalur mutu. Sedangkan jika SD luar kota dan KK luar kota, maka hanya bisa masuk jalur prestasi. “Jadi memang pertama untuk alat seleksinya harus valid dulu. Supaya valid kami verifikasi, baru menjadi data untuk alat seleksi,” terangnya.

Penumpukan pengajuan akun secara offline di posko Disdik baru perdana ini. Karena dampak kebijakan kelulusan dari masing-masing sekolah, sehingga data nilai siswa berpencar. Hari kedua posko di buka di Disdik sejak Selasa (2/6) ada sekitar 600 orang tua pengajuan dari luar kota baik KK dan asal SD. “Yang hari ini separo kurang lebih, ada yang pengajuan KK luar kota dan SD luar kota. Atau KK dalam kota dan SD luar kota,” jelasnya.

Pihaknya masih menunggu 3.000 lagi untuk pengajuan akun. Baik online maupun offline. Hal ini yang harus ditekankan, pengajuan ini yang menjadi proses awal sebelum tahap pendaftaran. Bagi yang SD dalam kota bisa dilakukan secara online. Tetapi bagi SD asal luar kota harus mendatangai langsung ke Posko Disdik hingga tanggal 7 Juni. “Kalau tidak pengajuan, mereka ndak bisa daftar,” tamabahnya.

Salah satu orang tua siswa, Arini menilai PPDB tahun ini berbelit-belit. Dibandingkan dua tahun lalu ia mendaftarkan anaknya hanya mendaftar lewat online meskipun asal SD luar kota. “Sedikit ribet ya ini. Saya orang kota cuman kebetulan sekolahnya saja di luar kota,” kata warga Kotagede ini.

Ia akan mendaftarkan anaknya ke SMPN 9 Jogja. Asal sekolah dari IT Salsabila 3 Banguntapan. Sebelumnya tidak pernah mendapat sosialisasi agar bisa mendaftarkan anaknya meski asal SD luar kota. “Saya cuma baca di internet, ternyata harus verifikasi langsung ke sini,”  tambahnya. (wia/laz)

Jogja Raya