Dulu untuk Buang Sampah, Kini Panen Nila Tiap 4 Bulan

RADAR JOGJA – Oncoran atau aliran air untuk irigasi yang melewati kampung Dukuh Gedongkiwo Mantrijeron Jogja berhasil disulap warga. Menjadi lahan budi daya ikan nila. Menjadi pemasukan tambahan warga. Merubah stigma kampung kumuh.

JIHAN ARON VAHERA, Jogja, Radar Jogja

Ratusan, atau bahkan ribuan, ikan nila langsung mendekat saat diberi pakan oleh warga di Kampung Dukuh RT 62 / RW 12 dan RT 69 / RW 14, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja, Sabtu (30/5). Yang menarik, di sana ikan nila dipelihara di oncoran atau saluran irigasi, yang melintasi pemukiman warga.

Terlihat ikan-ikan nila yang berwarna-warni menambah kenikmatan mata saat memandang. Ditambah, lukisan yang ada di dinding. Selain, kampung menjadi terlihat bersih dan nyaman. Budidaya ikan tersebut juga menjadi pemasukan ekonomi bagi kampung mereka. Budidaya ikan tersebut, rupanya memberikan manfaat bagi kampung warganya.

Hasil dari panen ikan tersebut dimasukkan ke kas RT. Setiap empat bulan sekali, ikan nila tersebut dapat dipanen dan dijual ke pengepul. Sebagian, juga diberikan kepada warga. “Masing-masing mendapat satu kilogram,” ungkap salah satu warga RT 62 Kampung Dukuh, Gedongkiwo Tukiran Mulyo.

Ya, warga di dua RT, RT 62/RW 12 dan RT 69/RW 14 Dukuh, Gedongkiwo, yang berhasil mengubah oncoran sepanjang sekitar 300 meter diubah warga menjadi tempat memelihara ikan. Di kelurahan tersebut terdapat sebuah saluran irigasi yang dulu hampir tidak pernah terurus. Bahkan, sejumlah warga  terkadang membuang sampah di saluran itu. Sehingga, terlihat kumuh dan kotor.

Melihat kondisi itu, muncul inisiatif warga untuk mengubah kampungnya menjadi lebih baik dan bersih. Dibentuk pula kelompok Mina Juliantoro Asri. Mina artinya ikan, Juliantoro nama oncorannya dan asri harapan kelompok. “Kemudian terbentuk kelompok Mino Julantoro Asri yang di dalamnya  warga-warga di dua RT itu,” ungkapnya.

Kegiatan dimulai dari mengeruk dan membersihkan saluran hingga memasang keramba untuk dijadikan sebagai tempat budidaya ikan. Tak lupa juga diberi jaring-jaring sampah agar tidak masuk ke keramba. Setelah jadi, para warga membuat jadwal rutin untuk membersihkan irigasi air. “Kami juga sepakat untuk tidak membuang sampah di sini lagi. Agar tidak bajir,” ungkap Tukiran.

Kesadaran warga juga muncul dengan mau mengubah pembuangan limbah rumah tangga. Sebelumnya limbah rumah tangga juga dialirkan ke oncoran tersebut. Dengan menebar bibit ikan nila, warga akhirnya mau menjaganya. Termasuk mempercantik sekitarnya, dengan menambah bambuserta mural di tembok.

Dia berharap, warganya tidak akan bosan untuk terus merawat ikan-ikan yang dibudidaya tersebut. Selain itu, budidaya ikan ini dapat dijadikan sebagai percontohan untuk kelurahan lain untuk dapat memanfaatkan potensi yang ada di kampung mereka masing-masing.

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto menilai upaya yang dilakukan Kelompok Mina Juliantoro Asri tersebut memiliki dampak ekonomi ke warga. Selain dengan panen ikan nila, juga adanya kunjungan wisata.“Ya harapannya bisa direplikasi di selokan lain. Bisa menambah pendapatan warga,” tuturnya.

Mantan Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dindukcapil Kota Jogja itu menyebut yang paling diperhatikan dalam budi daya ikan adalah pasokan air. Termasuk menjaga kualitas air. “Juga harus mengelola limbahnya,” pesan dia.

Jogja Raya