RADAR JOGJA – Orang tua wali siswa tak perlu datang langsung ke sekolah dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 tingkat SMP. Karena berbarengan dengan pandemi korona, semua proses PPDB dilakukan secara online.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori mengatakan, mekanisme pendaftaran PPDB online, pertama calon peserta didik membuat akun terlebih dahulu di laman yogya.siap-ppdb.com pada 1 hingga 7 Juni 2020.

Setelah itu operator sekolah akan melakukan verifikasi terhadap akun yang dibuat calon peserta didik, setelah akun mendapatkan verifikasi langkah selanjutnya calon peserta didik melakukan aktivasi akun. Calon peserta didik baru, baru melakukan login mandiri online pada 16-18 Juni 2020. “Calon peserta didik bisa memilih tiga pilihan sekolah. Mereka baru bisa merubah pilihan pada tanggal 18 Juni,” ujarnya, Minggu (31/5).

Hasil seleksi akan diumumkan secara online pada 19 Juni 2020. Setelah dinyatakan lolos calon peserta didik baru segera melakukan pendaftaran ulang pada 19 hingga 20 Juni. “Siswa yang telah diterima tetapi tidak melakukan pendaftaran ulang atau melapor dinyatakan mengundurkan diri,” jelasnya.

Adapun untuk syarat pendaftaran PPDB zonasi yaitu calon peserta didik telah tercantum pada kartu keluarga paling lambat 1 Juli 2019. Lalu telah lulus SD maupun MI atau paket tahun ajaran tahun 2018/2019 atau 2019/2020.

Sedangkan untuk jalur afirmasi penduduk tidak mampu syarat yang harus dipenuhi adalah calon peserta didik terdaftar pada keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS) dengan identitas Kartu menuju sejahtera (KMS). “Sedangkan untuk afirmasi penyandang disabilitas syarat-syaratnya adalah pertama penduduk daerah, memiliki hasil assessment dari UPT layanan disabilitas,” tambahnya.

Kepala SMPN 15 Jogja, Siti Arina Budiastuti mengatakan meskipun PPDB dilakukan online banner yang berisi alur pendaftaran secara lengkap juga telah disiapkan di jalur masuk sekolah untuk membantu sosialisasi PPDB tahun ini. “Kami juga menyiapkan satu ruang untuk sekretariat bagi calon peserta didik atau orang tua yang perlu bantuan,” katanya.

Sarana dan prasarana penunjang PPDB juga disiapkan dengan mengkedepankan protokol covid -19. Pada tahun ini sekolah menerima kuota sebanyak 339 siswa. Prosesntase tiap jalur masuk antara lain jalur bibit unggul 10 persen, zonasi wilayah 25 persen, disabilitas lima persen. Perpindahan orang tua dan kemslahatan guru lima persen, zonasi mutu 35 persen, kartu menuju sejahtera 10 persen dan luar kota 10 persen. (wia/pra) 

Jogja Raya