RADAR JOGJA – Peraturan Daerah (Perda) Kota Jogja Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Reklame, tak ubahnya macan kertas. Selama masa pandemi korona dan Lebaran masih banyak ditemukan reklame liar. Bahkan yang dipasang oleh para pembuat perda.

Hasil pantauan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, beberapa spanduk ilegal itu terpasang mulai dari Jalan AM Sangaji, Jalan Margoutomo, di bawah jembatan rel kereta api Kretek Kewek, Simpang Gondomanan, Jalan Kusumanegara, dan utara Simpang GOR Amongrogo. Juga di pagar sisi timur arah selatan Stadion Mandala Krida ada belasan spanduk yang dipasang termasuk spanduk salah satu produk rokok.

“Dari belasan spanduk yang terpasang di lokasi ini tidak satu pun terdapat stiker izin dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Jogja,” ujar anggota Forpi Kota Jogja Baharudin Kamba, kemarin (28/5). “Bahkan banyak spanduk itu yang menampilkan foto anggota dewan. Padahal mereka yang menyusun perda,” lanjutnya.

Kamba mengatakan jumlah spanduk mayoritas ucapan selamat Idul Fitri dan ajakan hidup sehat di masa pandemi Covid-19 tidak sebanyak tahun sebelumnya. Karena itu, Forpi mendorong Satpol PP untuk melakukan tindakan penertiban terhadap spanduk-spanduk yang tidak berizin. “Hal ini menjunjung asas equality before the law (persamaan di hadapan hukum) dan tidak tebang pilih,” imbuhnya

Ketika dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja Agus Winarto membenarkan adanya spanduk liar tersebut. Pihaknya pun mulai menertibkan spanduk tak berizin tersebut. “Iya kebanyakan tak berizin,’’ katanya kemarin (28/5).

Selain ucapan selamat Idul Fitri, juga ditemukan yang berisi imbauan charity kepedulian korona hingga ajakan pembayaran zakat. Dalam menertibkan spanduk-spanduk tersebut dia mengerahkan personel dengan melibatkan BKO Satpol PP di setiap kecamatan. Penertiban yang dilakukan tidak hanya pada unsur spanduk, melainkan juga iklan-iklan visual yang terpasang ilegal. Sebelum menertibkan, pihak pemasang akan dihubungi lebih dulu, karena yang terpasang adalah ilegal. “Ini juga sebagai peringatan sekaligus pembinaan. Supaya tidak lagi memasang iklan visual sembarangan,” jelasnya.

Penertiban akan terus dilakukan bertahap tidak bisa serentak. Dia juga mengimbau kepada pemasang agar promosi tidak bertujuan untuk mengotori estetika Kota Jogja. “Kami akan terus melakukan penertiban,” tegasnya. (wia/pra)

Jogja Raya