RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIJ bertambah empat kasus. Empat kasus terdiri atas tiga dari klaster Indogrosir dan satu dari klaster jamaah tablig (JT). Dengan demikian, total pasien positif korona di provinsi ini menjadi 185 kasus.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan tentang penambahan kasus terbaru. Yakni kasus 184, laki-laki 45 tahun warga Bantul; kasus 185, perempuan 53 tahun warga Sleman; kasus 186, laki-laki 20 tahun warga Sleman; dan kasus 187, laki-laki 20 tahun warga Sleman.

“Kasus 184, 185, dan 186 adalah karyawan Indogrosir. Sedangkan kasus 187 termasuk klaster jamaah tablig,” terangnya Kamis (14/5). Adapun kondisi pasien meliputi tanpa gejala atau OTG hingga sakit ringan.

Berty juga melaporkan dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal sebelum hasil laboratorium keluar. Seluruhnya sudah diambil swab. Yakni laki-laki 78 tahun warga Sleman dan perempuan 67 tahun warga Kulonprogo. “Mereka memiliki penyakit penyerta seperti stroke, jantung, dan diabetes melitus,” tuturnya.

Pemprov sedang mengupayakan penambahan laboratorium yang bertugas menguji sampel suspect Covid-19. Sejauh ini pemprov telah memiliki tiga laboratorium dengan kapasitas optimal, 300 sampel per hari. Yakni di Balai Besar Teknologi Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), RSA UGM, dan RSUP Dr Sardjito.

Rencananya Balai Besar Veteriner di Wates, Kulonprogo, juga akan difungsikan untuk menguji sampel. “Saat ini sedang diusulkan. Kami masih mengurus izinnya,” jelas Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIJ Biwara Yuswantana.

Gugus Tugas sendiri telah menerima bantuan berupa 26.400 bahan uji sampel melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Tim sudah mengambil PCR ke Jakarta. Ada juga pengadaan dari BTT (belanja tak terduga), juga ada untuk tes,” jelasnya.

Adapun ketersediaan rapid diagnose test (RDT) adalah sekitar 3000-an unit. Namun kabupaten-kota juga sudah mendapat bantuan dari BNPB dan Kementerian Kesehatan. “Kami juga baru mengajukan 54 ribu RDT ke BNPB,” tandasnya. (tor/laz)

Jogja Raya