RADAR JOGJA – Penangguhan kompetisi akibat pagebluk korona (Covid-19) membuat para pesepak bola mulai melirik peluang usaha. Tak sedikit dari mereka yang mencoba peruntungan di dunia bisnis. Termasuk beberapa penggawa PSS Sleman.

Ana R. Dewi, Sleman, Radar Jogja

Ya, jeda kompetisi yang hampir berjalan dua bulan dimanfaatkan sejumlah pemain Super Elang Jawa -julukan PSS- untuk merintis usaha. Seperti yang dilakukan Asyraq Gufron Ramadhan, Arsyad Yusgiantoro, Ega Rizky Pramana, Irkham Zahrul Mila, dan kapten PSS Mohammad Bagus Nirwanto.

Usaha yang dirintis pun beragam. Mulai dari makanan, minuman, sembako, hingga pertanian. Bisnis yang dikembangkan juga sebagai pemasukan penghasilan selama penangguhan kompetisi. Maklum saja, selama kompetisi distop para pemain harus legawa lantaran hanya mendapat gaji 25 persen sesuai kebijakan PSSI. Selain itu, juga untuk sekadar mengisi waktu luang saat berdiam diri di rumah.

Lantas, apa saja bisnis yang tengah dirintis para pemain PSS? Dimulai dari bek PSS Asyraq Gufron Ramadhan. Kepada Jawa Pos Radar Jogja, Gufron menceritakan saat ini dia sedang berbisnis kurma dan madu. Bisnis tersebut merupakan ide dari sang agen. “Awalnya iseng ngobrol sama agen soal usaha. Mereka memberikan solusi buat jual kurma dan madu” ungkapnya.

Dikatakan, prospek bisnis kurma dan madu sangat menjanjikan. Dalam tiga hari, dia bisa menjual sebanyak dua dus. Namun, penjualan produknya sementara hanya melalui online. Selain prospek yang oke, lanjut Gufron buah kurma memiliki khasiat yang bagus. Utamanya baik untuk dikonsumsi saat berbuka dan sahur di Ramadan ini. “Ya semoga saja usaha saya bisa sampai jangka panjang,” harapnya.

Winger PSS Arsyad Yusgiantoro memilih untuk berbisnis susu jelly. Susu jelly yang dikemas dalam botol plastik dengan aneka varian rasa tersebut diberi nama Chayra. “Buat ngisi kekosongan pasca libur kompetisi,” katanya.

Arsyad mengungkapkan, usahanya telah dirintis sejak awal puasa lalu. Dia dibantu sang kakak yang memang menggeluti usaha yang sama. “Alhamdulillah setiap hari bisa laku 200 sampai 250 botol,” bebernya.

Pemain 23 tahun itu mengaku tak main-main dalam bisnisnya tersebut. Arsyad berharap bisnis susu jelly miliknya bisa terus berlanjut dan menjadi bekal di masa tua. “Insya Allah tidak musiman dan terus berkembang,” harapnya. “Kebetulan rumah saya di daerah gunung, jadi susunya asli perasan dari sapi langsung,” imbuh pesepak bola asal Tulungagung, Jawa Timur itu.

Irkham Zahrul Mila dan Ega Rizky Pramana memilih menekuni dunia pertanian. Mila menekuni budidaya pepaya California di kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah. Sedangkan, Ega menyibukkan diri bercocok tanam dengan sistem hidroponik di Purwokerto, Jateng. Berbagai jenis sayuran dia tanam seperti, selada, sawi sendok, dan sawi hijau.

Kapten PSS Mohammad Bagus Nirwanto memilih merintis usaha sembako dan ternak ikan koi. Bek 27 tahun ini tengah mengembangkan usaha kecil-kecilan. Yakni, berjualan beras dan gula. Dikatakan, peluang bisnis tersebut lumayan menjanjikan. Apalagi, saat Ramadan. (din)

Jogja Raya