RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan lebih sering menggelar operasi pasar (OP). Ini seiring dengan mulai dicairkannya  bantuan langsung tunai (BLT) bagi penerima manfaat untuk Jaringan Pengaman Sosial dari Kemensos, Sabtu (9/5) lalu.

Dana bantuan yang diterima masyarakat ini diharapkan segera dimanfaatkan untuk membeli bahan-bahan terutama kebutuhan bahan pokok. “Masyarakat yang sudah menerima tolong gunakan untuk kebutuhan pangan dulu yang utama harus dipenuhi. Supaya stok pangan di rumah masing-masing bisa mencukupi,” pesan Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) usai penyerahan beras dalam operasi pasar di Kelurahan Suryatmajan Senin (11/5).

HAGA LEBIH MURAH: Warga membawa beras yang mereka beli dari operasi pasar (OP) beras yang digelar Pemkot Jogja, di Kampung Gemblakan Bawah, Suryatmajan, Danurejan, Jogja, (11/5) ( GUNTUR AGA TIRTANA/ RADAR JOGJA )

Operasi pasar  beras dilakukan di tiga kelurahan. Ini sebagai salah satu upaya menstabilkan harga beras menjelang Lebaran. Tiga kelurahan ini adalah Suryatmajan dengan jatah 2,5 ton, Pandeyan (1 ton) dan Pringgokusuman (2 ton). “Ini upaya membantu masyarakat untuk memperoleh harga dan kualitas yang bagus,” katanya.

Meskipun harga jual beras saat ini masih normal yakni Rp 10.000 per kilogram beras medium, pemkot tetap memberikan harga di bawahnya yaitu Rp 9.000. Sedangkan minyak goreng dua liter dari harga normal Rp 25.000 menjadi Rp 22.000. Gula pasir dari Rp 16.000 menjadi Rp 12.500. Tepung terigu dari Rp 8.000 menjadi Rp 7.500. Telur dari Rp 19.000 menjadi Rp 18.000.

Lurah Suryatmajan Dodo Lumono mengatakan permintaan OP beras tersebut dengan pertimbangan untuk melihat seberapa besar kemampuan daya beli masyarakat di tengah pandemi covid-19. “Karena pandemi ini daya beli masyarakat menurun,” katanya.

Setelah menawarkan ke masyarakat ternyata kemampuan daya beli mereka meningkat dengan harga beras Rp 9.000 per kg. Sebelumnya hanya menargetkan OP 1 ton beras, maka bertambah menjadi 2,5 ton.

Proses pendistribusian melalui RT. Masyarakat yang sudah transaksi sebelumnya bisa langsung mengambil ke masing-masing RT dari total 43 RT di Kelurahan Suryatmajan. “Kami nggak batasi kuota. Syaratnya jangan menimbun atau dijual lagi. Tapi ini untuk kebutuhan,” pesannya. (wia/din)

Jogja Raya