RADAR JOGJA – Sebanyak 1.422 warga Sleman akan menjalani rapid test masal di GOR Pangukan untuk melihat penularan Covid-19 dari klaster swalayan Indogrosir, Jalan Magelang, Mlati, Sleman. Rapid test dilaksanakan selama tiga hari, 12-14 Mei 2020.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menyatakan, rapid test bagi pengunjung Indogrosir ini akan dilakukan tiga tahap dengan target awal 1.500 orang. Namun hingga ditutup pendafataran pukul 14.00 kemarin, hanya ada 1.422 orang yang memenuhi syarat dapat ikut rapid test ini. Total pendaftar 1.750 orang.

“Rapid test tahap pertama dilakukan tiga hari. Untuk hari pertama ada 500 orang yang akan dicek,” jelas Joko saat dikonfirmasi Senin (11/5). Sesuai prosedur rapid test, ia menyatakan bagi pendaftar yang hasilnya reaktif nantinya akan berlanjut pada swab test.  Sementara bagi yang negatif, akan dilakukan rapid test sekali lagi guna memastikan penularannya.

TELUSUR KLASTER BARU: Petugas gabungan melakukan geladi bersih
kegiatan rapid test (RDT) masal di GOR Pangukan, Tridadi, Sleman, kemarin
(11/5). RDT perdana akan dimulai hari ini (12/5) hingga Kamis (14/5).( ELANG KHARISMA DEWANGGA / RADAR JOGJA )

Dikatakan, ada 60 karyawan dari 300 karyawan yang mendapat hasil reaktif dalam uji rapid test. Tujuh orang di antaranya positif Covid-19 dari swab test, sisanya menunggu hasil pengujian dari laboratorium. “Saat ini kami juga sedang melakukan tracing terhadap keluarga karyawan swalayan itu,” tambah Joko.

Sebagai upaya menanggulangi klaster Indogrosir, Joko menyatakan pihaknya juga telah menyiapkan 13 rumah sakit (RS) Intermediate yang memiliki total ruang isolasi 101 pasien. Adanya RS Intermidiate ini, diharapkan dapat membantu peran rumah sakit rujukan yang saat ini sudah beroprasi. “Mudah-mudahan cukup untuk menampung semua pasien Covid-19 dari klaster baru ini,” ujarnya. (inu/laz)

Jogja Raya