RADAR JOGJA– Belum seminggu menghirup udara bebas, narapidana penerima program asimilasi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan Jogja malah berulah lagi. Pelaku berinisial RBS, 26, kembali melakukan tindakan kriminal berupa pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

RBS yang merupakan warga Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, ditangkap Unit Reskrim Polsek Umbulharjo, Sabtu (25/4) pukul 16.30. Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Sri Widiyanti mengatakan, pelaku mencuri motor RX King nomor polisi AB 4221 RG milik Apriyadi, 42, warga Pakuncen, Wirobrajan. Motor digondol saat diparkir di gang dekat rumah korban, Sabtu (18/4) pukul 20.30.

Pasca curanmor terjadi, sebuah sepeda motor yang mirip dengan motor milik korban tampak di sebuah bengkel wilayah di Kampung Pakuncen. Menerima informasi itu, anggota Reskrim bersama korban kemudian melakukan pengecekan ke lokasi bengkel. “Sesampainya di bengkel, korban selanjutnya membenarkan ciri-ciri tangki motor yang ada di bengkel,” ucapnya Senin (27/4).

Mengetahui hal itu, petugas bergegas melakukan penyelidikan kepada pemilik bengkel. Dari keterangannya diperoleh informasi, tangki motor RX King yang ada di bengkel itu diperoleh dari hasil tukar menukar dengan motor RX King yang dicuri pelaku.

Dari keterangan itu petugas langsung mendatangi rumah pelaku guna melakukan penangkapan. Saat diringkus, petugas menemui bahwa sepeda motor RX King milik korban sudah dibongkar dan diganti pelat nomornya. “Oleh pelaku sepeda motor ditutup terpal dan disimpan di belakang rumah pelaku,” lanjutnya.

Kanit Reskrim AKP Zainuri menambahkan, pelaku merupakan bekas narapidana yang mendapatkan program asimilasi dari Lapas Wirogunan atas kasus narkoba, curat, dan jambret. Pelaku baru menjalani hukuman 8 bulan dan keluar 22 April 2020.

Kasus terakhir, pelaku menjambret handphone milik warga Semarang dan divonis 14 bulan penjara. Setelah menjalani 2/3 masa tahanan, RBS dibebaskan namun kembali melakukan kriminal. “Atas kasus itu, pelaku terancam Pasal 363 yakni Pencurian dengan Pemberatan, yang ancamannya 7 tahun penjara,” tambah Zainuri. (tor/laz)

Jogja Raya