RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja mulai menerapkan kebijakan tak tertulis selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Mulai dari pembatasan jam operasional pasar tradisional, toko jejaring modern hingga cafe. Seluruhnya bertujuan meminimalisir persebaran Covid-19.

Tercatat ada 30 pasar tradisional yang diatur jam operasionalnya. Hanya saja setiap pasar memiliki jam operasional yang berbeda. Pertimbangannya adalah karakter transaksional yang berbeda.

“Ada yang jam 09.00 sampai jam 12.00, lalu Pasar Beringharjo sampai jam 15.00 dan hanya pasar induk Giwangan yang buka 24 jam,” jelas Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, Senin (20/4).

Heroe menuturkan kebijakan ini telah melalui kajian yang mendalam. Termasuk berbedanya jam operasional setiap pasar tradisional. Tujuannya agar pembeli tidak terkonsentrasi di tempat dan dalam waktu yang sama. 

Tak hanya jam operasional, Pemkot Jogja juga meniadakan agenda pasar tiban. Seperti keberadaan Pasar Legi atau pasaran lainnya. Sehingga proses transaksi hanya terjadi di pasar reguler yang tetap beroperasi.

“Kami wajibkan agar warga yang beraktivitas di pasar pakai masker. Lalu pengelola pasar juga menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Termasuk menerapkan pembatasan antrian,” katanya.

Disperindag Kota Jogja, lanjutnya, telah menyiapkan solusi berupa fasilitas transaksi online dari pembeli kepada pedagangnya langsung. Wujudnya dengan kerjasama bersama penyedia jasa transportasi online.

“Bisa langsung melalui WhatsApp ke pedagangnya atau lewat aplikasi mitra. Kami juga punya aplikasi Nglarisi dan Dodolan yang ada di Jogja JOGJA Smart Service (JSS),” ujarnya.

Untuk jam operasional toko jejaring dari 10.00 hingga 21.30. Sementara untuk cafe dan restoran buka hingga jam 23.00. Kapasitas pengunjung juga dibatasi 50 persen dengan pengaturan duduk berjarak. Kebijakan ini juga berlaku di angkringan dan sejenisnya.

Pemkot Jogja juga melakukan patroli rutin setiap harinya. Sasarannya adalah sejumlah pusat keramaian di Kota Jogja. Patroli ini turut melibatkan lintas instansi, Polresta Jogja hingga Kodim 0734/Jogja.

“Himbauan di kampung telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui kendaraan dengan pengeras suara. Lalu tim terpadu yang patroli siang dan malam. Akan membubarkan kerumunan yang ada dijalanan dan sekitarnya dibarengi dengan edukasi,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Raya