RADAR JOGJA – Ketersedian komoditas pangan di DIJ selama pandemi covid-19 per tanggal 9 April 2020 mengalami peningkatan. Kepala Dinas Pertanian DIJ Arofa Nur Indriani menyebutkan stok beras mencapai 36.577 ton. Sedangkan kebutuhan di DIJ hanya 27.769 ton. 

“Mempunyai kelebihan beras 88.88 ton,” ucapnya, Rabu (15/4).

Untuk bahan terigu, lanjut dia, justru engalami pengurangan. Pasokan gula pasir saat ini akan bertahan selama 1 bulan. Untuk daging ayam, daging sapi, dan susu diperkirakan akan bertahan selama 2 minggu ke depan. Sedangkan telur ayam, minyak goreng tidak mengalami kekurangan dan cukup memenuhi kebutuhan.

“Bawang Putih, bawang merah dan Jagung mempunyai ketersediaan yang cukup banyak. Ketersedian itu nantinya akan bertahan sampai menjelang hari raya Idul Fitri,” tambahnya.

Arofa menuturkan kebutuhan-kebutan tersebut mempunyai ketahanan yang bervariasi. Beras dapat bertahan selama 1 hingga 2 bulan ke depan. Jagung cukup sampai dengan akhir Juni 2020.

Dia menehaskan angka ketersedian ini merupakan kumulatif dari hasil pemantauan melalui produksi petani ditambah angka dari bulog dan para pedagang. 

“Jumlah tersebut semua ditambahkan sehingga memunculkan neraca ketersediaan pangan,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Raya