RADAR JOGJA – Nama dan Foto anggota DPR RI dari fraksi Golkar dapil DIJ Gandung Pardiman dicatut oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berkedok lelang barang elektronik dan mobil.

Gandung menuturkan, dia mengetahui adanya modus penipuan tersebut dari laporan kader golkar Bantul

“Temannya dihubungi orang melalui WA dengan foto profil dan nama Gandung Pardiman. Sebagai langkah antisipasi agar tidak ada yang menjadi korban maka saya sebarkan di medsos upaya penipuan tersebut,” ungkapnya, Rabu (15/4).

Calon korban yakni warga Srandakan Bantul, Nita Karlina, 42. Dijelaskan, modus pelaku yakni menghubungi calon korban dengan chatting menggunakan aplikasi whatsapp (WA) dengan foto DP Gandung Pardiman. Pelaku menginformasikan adanya lelang mobil dan motor di Kementerian Keuangan. Dalam chating tersebut, pelaku menyatakan bisa membantu mengikuti lelang dengan cara transfer uang terlebih dahulu, nilainya jutaan rupiah.

“Saya sempat tanya juga apa benar ini pak Gandung. Dijawab iya. Kemudian saya tanyakan sekarang bapak di Jogja atau di Jakarta dan dijawab di Jakarta. Nah Setelah itu menawarkan adanya lelang tersebut,” tuturnya.

Nita mengaku awalnya seperti kena hipnotis.  Namun saat dia menyatakan tidak tertarik ikut lelang karena tidak punya uang banyak, pelaku justru mau pinjam uang. Dari situlah Nita curiga bahwa yang menghubungi ini Gandung Pardiman.

“Masa pak Pak Gandung anggota DPR RI dan terkenal sebagai orang kaya kok pinjam uang dan pinjamnya sedikit gak sampai 10 juta,” jelas Nita Karlina melalui sambungan telepon.

Nita menyatakan dirinya berteman dengan Gandung Pardiman di Facebook dan Instagram.

“Foto yang digunakan untuk foto profil atau DP WA sama dengan yang di FB,” katanya.

Terkait dengan peristiwa ini,  Gandung mengimbau kepada masyarakat agar tidak melayani pihak yang mengaku-ngaku dan seolah-olah melelang barang elektronik maupun mobil. Karena hal tersebut tidak benar.

“Jangan mudah percaya jika ada pihak-pihak yang mengaku sebagai Gandung Pardiman dan mengadakan lelang elektronik maupun mobil. Nama dan foto saya dicatut  untuk melakukan penipuan. Nomer WA tersebut bukanlah  milik saya, sehingga hal tersebut tidak benar. Masyarakat dimohon untuk lebih waspada,”  ungkapnya.

Gandung menambahkan, berdasarkan hasil penelusuran nomer tersebut berada di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban atas tindakan pelaku yang terdeteksi di Sumatra Utara tersebut.

“Namun jika sampai ada korban, maka saya akan laporkan ke polisi untuk diproses hukum,” tegasnya. (sky/tif)

Jogja Raya