RADAR JOGJA – Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Biwara Yuswantana mengkonfirmasi meninggalnya pasien kasus 19.

Dia membenarkan bahwa sosok ini adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ. Tepatnya seorang pegawai di Rumah Sakit Respira Bantul.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ, pasien kasus 19 merupakan warga berdomisili Kabupaten Bantul. Berusia 53 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Selain Covid-19 adapula penyakit penyerta atau komorbid diabetes melitus tipe 2 dan jantung.

“Benar pasien kasus 19 ini memang tercatat sebagai ASN Pemda DIJ. Inisial namanya T dan bekerja di RD Respira bagian pendaftaran,” jelasnya ditemui di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ, Senin malam (6/4).

Berdasarkan hasil tracing atau pelacakan riwayat kontak, pasien kasus 19 sempat kontak dengan pasien inisial S. Belakangan diketahui bahwa sosok S ini positif Covid-19. Bahkan akhirnya menjalani rawat isolasi di RSUD Wirosaban Kota Jogja.

Pertemuan pasien kasus 19 dengan pasien S diduga saat proses pendaftaran poliklinik rawat jalan. Kala itu, pasien kasus 19 yang melayani proses pendaftaran. Sehingga diputuskan untuk mengikuti tracing secara massal.
Tracing ini dilakukan usai RS Respira Bantul mendapatkan informasi pasien S positif Covid-19. Tepatnya setelah uji swab keluar 19 Maret. Pasca tracing beberapa karyawan termasuk pasien kasus 19 berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Saudara T melayani pendaftaran poliklinik rawat jalan terhadap pasien S pada 10 dan 11 Maret. Saat itu sudah menggunakan APD masker bedah. Tracing menyasar karyawan yang pernah kontak dan terdapat keluhan sakit termasuk komorbid,” kata pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana BPBD DIJ ini.

Seluruh karyawan berstatus PDP, lanjutnya, mengikuti uji swab dan periksa PCR. Sambil menunggu hasil, pasien kasus 19 dan beberapa karyawan yang bergejala klinis diminta isolasi mandiri selama 14 hari. Proses ini berlangsung sejak 11 Maret.

Hasil uji swab seluruh karyawan berstatus PDP terbit 27 Maret. Hasilnya salah satu karyawan tepatnya pasien kasus 19 dinyatakan positif Covid-19. Setelahnya menjalani rawat isolasi di RS Respira dari 27 hingga 29 Maret.

“Dari rekam medis, pasien T ini karena faktor usia dan punya komorbid. Dirawat di RS Respira itu sementara sambil mencari RS rujukan. Baru 29 Maret dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul. Meninggal hari ini (6/4) jam 08.45 dengan tanda klinis gagal jantung,” jelasnya.

Upaya tracing telah dilakukan oleh Manajemen RS Respira. Terutama yang sempat berkontak dalam kurun waktu 14 hari pasca pemeriksaan kesehatan. Hasilnya pihak manajemen meminta karyawan melakukan rawat isolasi dalam kurun waktu 14 hari.

“Tanggal 30 dan 31 Maret, rumah sakit sudah melakukan tracing lengkap ke seluruh pegawai Respira dan melakukan pemeriksaan bagi karyawan yang mempunyai keluhan. Juga sudah mengisolasi orang yang kontak erat dengan pak T selama 14 hari. Semoga tidak ada yang positif,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya