RADAR JOGJA РScreening pendatang dan pemudik dilakukan oleh maisng-masing penyedia layanan transportasi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho  mengatakan screening terhadap pendatang, pihaknya tetap berkoordinasi lintas instansi. Termasuk instansi penyedia layanan transportasi darat. Seperti PT. KAI Daerah Operasional 6 dan UPT Terminal Giwangan.

Wewenang screening pendatang mutlak menjadi wewenang pengampu wilayah. Hanya saja pihaknya tetap memantau secara intens. Terlebih upaya penanganan Covid-19 menjadi kewenangan semua pihak.

“Untuk screening di kedua tempat tersebut dilakukan pihak KAI maupun terminal. Kami tetap koordinasi secara teknis dengan Kodim, Polresta, Terminal dan KAI untuk melakukan secara terpadu,” ujarnya, Senin (6/4).

Guna melengkapi screening, pihaknya juga tengah memesan thermo gun infrared. Fungsinya untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang tranportasi publik. Pemanfaatan secara khusus di terminal yang menjadi wewenang Dishub Kota Jogja.

Selain itu juga melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas publik. Terutama yang terkait pelayanan transportasi massa. Seperti halte, terminal, lahan parkir dan fasilitas penunjang lainnya.

“Terminal Giwangan kami semprot disinfekran secara periodik 3 sampai 5 hari sekali. Terutama di titik-titik yang sering disentuh penumpang. Kami juga menerapkan skema dari Pemprov. Seperti duduk berjarak dalam kendaraan umum maupun ruang tunggu,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya