RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mendorong agar masyarakat turut menjadi subjek dalam penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Artinya masyarakat turut berperan aktif dalam proses tersebut. Diawali dengan menjaga kesehatan diri dan mengikuti seluruh protokol kesehatan yang berlaku.

Menurutnya pemerintah tak bisa bergerak sendiri. Dengan ikut sertanya masyarakat maka akan timbul kesadaran. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga lingkungannya.

“Adanya aturan tapi kalau masyarakat enggan untuk mematuhinya jadi percuma. Sehingga peran aktif sangatlah penting, bahwa penanganan Covid-19 ini adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya, Senin (6/4).

Salah satu poin penting adalah memeriksakan diri ke klinik kesehatan. Protokol ini berlaku baku apabila warga ingin pulang ke kampung halaman. Pastikan diri sendiri dan keluarga sehat. Tujuannya agar tidak membawa virus atau menulari warga kampung halamannya.

Pernyataan ini guna menyikapi adanya fenomena balik kampung di tengah masa pandemik Covid-19. Walau tidak melarang, tapi Heroe meminta agar masyarakat patuh protokol kesehatan. Langkah ini guna meminimalisir persebaran Covid-19.

“Makanya poin penting yang harus kita dorong adalah para pemudik sebelum pulang harus diperiksa dulu, di-screening di daerah domisili, di kota manapun mereka akan berangkat. Sehingga begitu sampai di daerah tujuan atau kampung setidaknya sudah melalui screening kesehatan,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkot Jogja juga mewajibkan pendatang melakukan isolasi diri. Sesuai arahan Pemprov DIJ, status pendatang yang baru masuk Jogjakarta adalah orang dalam pengawasan (ODP). Langkah ini sebagai wujud preventif. Terlebih jika pendatang berasal dari daerah terpapar Covid-19.

“Kami sudah tunjuk dua tempat untuk isolasi diri. Total memiliki kapasitas 50 kamar. Masing-masing 30 dan 20 kamar di wilayah Kota Jogja. Jadi sebelum pulang, wajib singgah ke tempat isolasi,” ujarnya.

Sepekan berlalu, kondisi lalu lintas mulai kembali ramai dengan kendaraan bermotor. Berbanding terbalik di penghujung Maret. Beberapa ruas jalan sepi dari aktivitas. Bahkan di ruas jalan utama, Malioboro, juga sepi akan aktivitas kendaraan bermotor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengakui adanya peningkatan aktivitas. Hanya saja dia menampik kendaraan didominasi oleh plat luar Jogjakarta. Kendaraan-kendaraan pelintas, lanjutnya, masih berasal dari Jogjakarta.

“Nggak kok, bukan dominasi pelat luar, masih AB. Sepertinya karena awal bulan belanja keperluan harian. Karena di beberapa perbelanjaan kebutuhan sehari-hari terjadi peningkatan pengunjung,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya