RADAR JOGJA – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia yang dirawat di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo meninggal bertambah. Seorang PDP mengembuskan napas terakhir Sabtu malam (28/3). Dengan demikian, terdapar dua PDP yang meninggal unia.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Purworejo dr Darus mengungkapkan, warga PDP yang meninggal itu tercatat sebagai warga Kecamatan Gebang. Dia merupakan pemudik dan pernah mendapatkan penanganan di sebuah rumah sakit di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Pihak keluarga tidak mengetahui jika yang bersangkutan memiliki riwayat sakit dan pernah dirawat di RS Dewi Sri Karawang,” kata dr Darus Minggu (29/3).

Menurut Darus, PDP tersebut sebenarnya sudah beritikad baik dengan melakukan pemeriksaan ke Puskemas Gebang pada Kamis (26/3). “Dari hasil pemeriksaan di Puskemas Gebang, yang bersangkutan selanjutnya dicatat sebagai ODP (orang dalam pemantauan) dan diminta mengisolasi diri di rumah,” tambahnya.

Berselang dua hari setelah diminta mengisolasi diri, warga tersebut dirujuk ke RSUD dr Tjitrowardojo karena panas tubuh meningkat dan mengalami penurunan kesadaran. Dia langsung mendapat penanganan dan pemeriksaan penunjang laboratorium, elektrokardiogram,  dan rontgen dada.

“Jadi, pasien itu masuk ke IGD RSUD sekitar pukul 22.00. Tapi, pukul 23.00, pasien henti napas dan henti jantung, serta dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Pihak rumah sakit belum bisa memutuskan apakah warga tersebut positif Covid-19 atau tidak. Sebab, belum ada hasil dari pemeriksaan yang dilakukan. Pihak rumah sakit hanya berpegang pada hasil rontgen yang dinyatakan normal. Sedangkan hasil tes laboratorium cenderung mengarah ke infeksi virus.

Meski belum positif Covid-19, pihak rumah sakit tetap melakukan perawatan jenazah sesuai tata laksana penghormatan dan pemakaman jenazah yang terpapar Covid-19. Pemakaman dilakikan pukul 04.00 oleh petugas medis yang dikawal Forkopimcam Gebang.

“Kami melakukan tata laksana penghormatan dan pemakaman jenazah walaupun belum bisa dikatakan positif Covid-19. Ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Pemakaman dilakukan sesuai protokol pemakaman korban Covid-19,” imbuh Darus.

Berdasarkan data hingga pukul 14.30 kemarin, tercatat ODP berjumlah 501 orang dengan rincian 29 orang telah selesai dipantau dan 472 orang masih dipantau.

Sedangkan jumlah PDP sebanyak 17 orang. Rinciannya, 8 orang sembuh, 7 orang masih dirawat, dan 2 orang meninggal.

Sementara itu, penanganan pasien yang meninggal di Magelang Utara, Kota Magelang, dipastikan dilakukan sesuai protokol kesehatan penanganan jenazah Covid-19. Pasien tersebut sempat dirawat RST dr Soedjono Magelang pada 20 Maret dan meninggal keesokan harinya.

“Tidak ada proses pemandian. Jenazah sudah disegel di RST,” jelasnya Firmansyah, tokoh masyarakat di Kampung Menowo, Magelang Utara, saat dihubungi Minggu (29/3).

Hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap pasien tersbeut keluar pada 25 Maret. Sempat beredar kabar jenazah dibuka dan dimandikan oleh pihak keluarga.

Firmansyah membantahnya. Menurutnya, sejak kedatangan jenazah sampai dikubur hanya berselang sekitar dua jam. “Jenazah datang ke rumah duka sekitar jam 2 siang (pukul 14.00). Yang melayat tidak banyak. Dikuburkan sekitar jam 4 (pukul 16.00). Tidak ada nginep di rumah duka,” jelasnya.

Keluarga dan kerabat mensalatkan jenazah tersebut. “Masuk di rumah cuma sebentar. Disalakan pasti karena fardhu kifayah. Karena sudah disegel, kami tidak berani buka,” jelasnya. (udi/asa/amd)

Jogja Raya