RADAR JOGJA – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi terpantau cukup masif dalam satu pekan ini. Dampak erupsi yang terjadi Minggu dinihari Minggu (26/3) bahkan terasa di Kabupaten Sleman. Hujan abu sempat terjadi di wilayah Kecamatan Cangkringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan menyatakan, usai Merapi erupsi pukul 00.15 kemarin, sempat terjadi hujan abu di Dusun Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Cangkringan. Hujan abu usai Merapi erupsi dengan ketinggian kolom 1.500 meter.

Awalnya angin berhembus ke arah barat hingga kemudian berubah ke arah timur, menuju wilayah masuk Provinsi DIJ.  Meski diguyur hujan abu, Makwan memastikan tidak dampak serius dari kejadian itu. Warga sekitar lereng gunung juga masih melalukan aktivitas seperti biasa. “Warga terkendali di dalam rumah,” ujarnya Minggu (29/3).

Sebelumnya Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Hanik Humaida mengatakan, aktivas Gunung Merapi terpantau cukup masif sejak Jumat (27/3). Pada Jumat, Merapi bahkan mengalami letusan dua kali, pukul 10.46 dan 21.46. Kemudian terjadi letusan Sabtu (28/3) pukul 05.21.

Hanik mengatakan, letusan itu masing-masing menghasilkan tinggi kolom 1.000 dan 2.000 meter. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi pada radius 5 kilometer dari puncak dengan arah angin menuju barat.

Dia menjelaskan, kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma berlangsung. Adapun ancaman bahaya letusan ini berupa awan panas dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan 3 kilometer dari kubah lava.

Dengan adanya aktivitas Merapi akhir-akhir ini, ia meminta agar masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Serta diharapkan dapat mentaati jarak aman. “Masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, di luar radius 3 km dari puncak Merapi,” pintanya. (inu/laz)

Jogja Raya