RADAR JOGJA – Pemeriksaan spesimen suspect Covid-19 kini bisa dilakukan di DIJ melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta. Sebelumnya pemeriksaan terkonsentrasi di pusat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) hingga membutuhkan waktu 3-5 hari. Pemeriksaan di daerah hanya butuh waktu paling lama 24 jam.

BBTKLPP menyatakan kesiapannya melakukan penelitian spesimen bersama Pemprov DIJ dan memberikan hasil secepat mungkin guna memutus rantai penularan. “Sesuai keputusan Menkes No 18 Tahun 2020, BBTKLPP Jogjakarta juga ditetapkan untuk memeriksa wilayah layanan Jawa Tengah,” jelas Kepala BBTKLPP DIJ Irene Rabu (18/3).

Berdasarkan Kepmenkes tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 yang disahkan pada 16 Maret 2020 lalu, pemeriksaan spesimen di laboratorium BBTKLPP Jogjakarta tak dikenakan biaya. Selain itu, BBTKLPP juga memiliki beberapa tugas selain memeriksa spesimen untuk memeriksa negatif atau positifnya seorang pasien. Yakni menerima spesimen dari rumah sakit rujukan Covid-19, Dinas Kesehatan, maupun laboratorium lain.

Selain itu, BBTKLPP juga memiliki wewenang untuk menginformasikan hasil pemeriksaan negatif kepada rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan laboratorium kesehatan lain untuk deteksi cepat secara real-time dalam rangka penegakan diagnosa. Adapun informasi hasil pemeriksaan positif hanya bisa dikeluarkan Balitbangkes.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menuturkan, pemeriksaan di daerah memungkinkan hasil pemerisaan keluar lebih tepat dan cepat. “Prinsipnya itu memberikan kemudahan akses, khsusunya warga Jogja yang perlu dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Ia beraharap dengan adanya kemudahan pemeriksaan, dapat menekan jumlah penularan Covid-19 di DIJ, sehingga tak ada lagi individu yang terpapar penyakit tersebut. “Sehingga kecemasan publik juga bisa dihindari,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastuti mengatakan, BBTKLPP DIJ telah mengantongi primer dan reagen yang menjadi syarat dan bahan baku untuk melakukan tes Covid-19. “Tes spesimen bukan dilakukan di rumah sakit, melainkan di Balitbangkes dan BBTKLPP yang ditunjuk. Agar hasilnya tidak berbeda antara lab satu dengan lainnya,” katanya. (tor/laz)

Jogja Raya