RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jogja baru saja mengadakan pertemuan dengan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Jogja. Tak kurang sebanyak 150 ASN mengikuti kegiatan yang dipusatkan di aula dinas setempat.

Kepala BNNK Jogja AKBP Khamdani mengingatkan pentingnya kepedulian semua elemen bangsa menyelesaikan masalah narkoba. “Khususnya di wilayah Kota  Jogja,” ujarnya pada Kamis (12/3) pekan lalu.

Dalam kesempatan itu dia juga menyinggung visi Indonesia 2045. Dikatakan, visi itu merupakan gagasan ideal menjadi negara berdaulat, maju adil dan makmur. Apalagi pada 17 Agustus 2045 bertepatan dengan ulang tahun ke-100 bangsa Indonesua. “Kita sebut dengan Indonesia Emas,” kata Khamdani.

Indonesia Emas ditandai jumlah usia produktif lebih besar dibandingkan jumlah penduduk yang tidak produktif. Angka penduduk usia produktif mencapai 70 persen. Kondisi ini berdampak terjadinya bonus demografi.

“Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kita harus menjaga generasi muda agar siap menghadapi Indonesia Emas 2045,” ujar perwira menengah Polri ini.

Diingatkan, jika generasi muda sampai terpapar bahaya penyalahgunaan narkoba bakal menjadi beban negara. Karena itu, semua pihak harus bisa menangkal dan melawan penyalahgunaan narkoba. “Narkoba menjadi musuh bersama karena mengancam eksistensi bangsa,” tegasnya.

Dalam acara itu setiap peserta mendapatkan kuisioner ketahanan narkoba. Tujuannya guna mengetahui daya imunitas masing-masing peserta. Dari kegiatan itu diharapkan Dinas Pendidikan Kota Jogja dapat meningkatkan sinergitas dengan BNNK Jogja. Khususnya secara bersama-sama menjaga generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba. (kus/ila)

Jogja Raya