RADAR JOGJA – Prostitusi online dengan pekerja seks komersial (PSK) yang masih di bawah umur, berhasil dibongkar aparat Polsek Sleman. Yang memprihatinkan, para PSK ini juga merupakan korban penipuan kerja mucikari bernama Ismu Sundarto (IS), 25.

Para PSK yang sebelumnya gadis-gadis desa itu awalnya diiming-imingi oleh Ismu Sundarto bekerja di toko atau pemandu lagu (LC). Tapi kenyataannya mereka ditawarkan ke para pria hidung belang. Tragisnya lagi, mereka dicabuli lebih dulu oleh tersangka.

Kapolsek Sleman Kompol Sudarno mengatakan, pelaku IS berhasil ditangkap Jumat (6/3) bersama delapan orang lainnnya, di sebuah hotel di Sleman. Mereka terdiri atas empat orang PSK, tiga wanita sebagai admin online, dan seorang pria yang diduga pelanggan atau konsumen.

Dalam penggerebekan kasus ini polisi juga berhasil menyita berbagai barang bukti. Di antaranya enam buah kondom yang belum dipakai, satu buah kartu ATM dari sebuah bank, dan beberapa setel pakaian.

Sudarno menyampaikan, dari tujuh wanita yang diamankan itu tiga di antaranya merupakan gadis yang masih di bawah umur. Dua wanita merupakan PSK dengan usia 13 dan 16 tahun, serta satu lainnya berusia 15 tahun yang bertugas sebagai admin chat.

Dari hasil penyelidikan polisi, tersangka mengaku sudah menjalankan praktik prostitusi online ini selama satu bulan terakhir di sebuah hotel. Dalam prostitusi online itu, IS menggunakan aplikasi chating MiChat sebagai media pemesanan.

“Jadi dalam aplikasi chating itu terjadi interaksi antara admin dan calon pelanggan. Ketika sudah sepakat, lalu bertemu di sebuah penginapan untuk melakukan transaksi,” ungkap Sudarno kepada  wartawan di Mapolsek Sleman, Kamis (12/3).

Dikatakan, dalam menjaring remaja muda untuk dijadikan PSK, IS yang warga Panggang, Gunungkidul, melakukannya dengan mengelabuhi korbannya. Dengan modus lowongan kerja sebagai pemandu karaoke (LC) bergaji Rp 1,5 juta.

Adapun korban pertamanya adalah RN, 16, gadis asal Wonosobo. RN pun sempat disetubuhi pelaku dan diancam akan disakiti bila melawan. Usai RN, pelaku kemudian menjaring wanita lain dengan modus yang sama.

Selain RN, pelaku juga mencabuli dua gadis lain yang masih di bawah umur, sebelum dipekerjakan sebagai PSK. Adapun para PSK yang bekerja dengan IS merupakan warga Lampung, Madiun, Wonosobo, dan Banyumas.

“Pelaku juga mengancam para korban itu bila ingin melarikan diri. Ancamannya akan diperkosa ramai-ramai serta dibunuh bila melawan,”  ungkap perwira polisi ini.

Untuk pasal yang dijeratkan kepada pelaku, Sudarno menyatakan IS dikenai pasal berlapis karena melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dan menggunakan media elektronik untuk kejahatan. Di antaranya, Pasal 82 dan Pasal 76E UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, lalu Pasal 13 jo Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang, dan Pasal 506 KUHP. “Dengan ancaman penjara maksimal 16 tahun,”  ujar Sudarno.

Salah seorang korban berinisial TR, 20, asal Banyumas mengaku awalnya ia ditawari oleh PSK yang terlebih dahulu berkerja dengan IS, untuk menjadi karyawan di toko kerudung. Namun sesampainya di Jogja, dia dipekerjakan sebagai admin untuk mencarikan pelanggan melalui aplikasi Michat.

TR mengaku diiming-imingi gaji sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Selama bekerja dengan IS, dia mengaku diancam jika ingin keluar dari pekerjaannya.

“Saya diancam bunuh dan akan dicari oleh anak buahnya kalau sampai mau keluar. Saya kerjanya balesin chat dan mengatur waktu janjian,” ujar gadis tamatan SMK ini.

Sementara itu pelaku IS saat ditanta wartawan mengaku menawarkan jasa PSK dengan tarif mulai Rp 150 ribu hingga Rp 2 juta per malam. Selama sebulan menjalankan bisnis prostitusi online ini, ia mengaku sudah meraup omzet Rp 50 juta.

Sebagai mucukari, dia menyatakan bahwa keuntungan yang didapat tidak pasti. Ini karena harus mencukupi kebutuhan make up dan makan para pekerjanya.

“Model prostitusi online-nya lewat MiChat. Nanti ada akun dengan nama dan foto profil. Kalau ada cowok yang nge-chat kemudian transaski, hasilnya nanti disetor ke admin,” ujarnya.

IS mengakui ia memang sudah menyetubuhi tiga dari empat PSK yang diperjakannya itu sebanyak masing-masing dua kali. Dua dari PSK yang disetubuhi merupakan gadis di bawah umur. (inu/laz)

Jogja Raya