RADAR JOGJA – Selain masker, empon-empon kini termasuk barang yang paling diburu pasca merebaknya virus korona. Apalagi setelah ada dua warga Indonesia positif Covid-19 lewat pengumuman yang disampaikan Presiden Joko Widodo, rempah-rempah itu makin banyak dicari.

Di Pasar Beringharjo Jogja misalnya, para penjual empon-empon kini mulai kewalahan. Empon-empon seperti jahe, kunyit, temulawak, dan sere yang diyakini dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal virus, terutama korona, jadi komoditi yang laris manis.

Purwoto, salah seorang penjual rempah-rempah di los jamu lantai 1 Pasar Beringharjo, termasuk yang sempat kewalahan melayani pembeli dalam beberapa hari terakhir ini. Ia mengaku penjualan empon-empon sangat ramai. “Bahkan sampai antre. Katanya untuk menangkal korona,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja Rabu (4/3).

Ia menyebutkan, penjualannya meningkat sejak adanya pemberitaan virus korona, apalagi kini sudah sampai di Indonesia. Purwoto mengatakan, ramainya seperti saat Lebaran. Yang paling banyak dicari adalah jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, daun sere, dan kayu secang.

Ia merasa kewalahan pada Selasa (3/3) lalu karena tidak ada persiapan sama sekali dan tidak menduga pembeli akan seramai itu. Karena hal itu, ia kemudian berinisiatif membuat racikan satu paket untuk dijual di hari berikutnya. Satu paket empon-empon berisi jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, daun sere, dan kayu secang.  “Saya beri nama empon-empon korona biar lebih praktis. Harganya hanya Rp 10 ribu saja,” jelasnya.

Saat ditemui kemarin pukul 10.00, racikan empon-empon korona itu sudah terjual 50 paket. Ia menjelaskan, racikan dapat direbus dengan menggunakan satu sampai 1,5 liter air. Jika sudah mendidih, diamkan hingga air berubah menjadi hangat atau dingin. “Diminum rutin selama lima hari berturut-turut. Sehari dapat diminum selama dua kali, pagi dan sore,” ucapnya.

Ia menyebutkan tidak adanya kenaikan harga atau mencari kesempatan untuk menaikkan harga. Harga tetap sama seperti hari-hari  sebelumnya. Yang berbeda hanya ada racikan baru sesuai anjuran dokter dan lebih praktis. “Kalau kemarin kan susah harus nimbang-nimbang dulu. Nimbang seperempat atau 1 ons dulu tergantung permintaan. Sekarang lebih praktis,” ujar Purwoto.

Hal sama juga dirasakan penjual rempah-rempah yang lain, Siti Rahayu. Ia  juga mengaku kiosnya sangat ramai pada Selasa (3/3). Namun ia juga tidak menaikkan harga. Hanya saja pemasukan meningkat karena banyak pembeli yang datang. “Saya jual sama, tidak naik. Jahe per kilonya Rp 40 ribu, temulawak ya saya jual Rp 10 ribu per kilo. Sama,” jelasnya.

Salah seorang pembeli di kios rempah Purwoto, Hariyah, 52, asal Bantul mengaku membeli empon-empon itu untuk menangkal virus korona. Ia berjaga-jaga saja agar tetap terhindar dari virus mematikan yang sudah membunuh lebih dari 3.000 orang berasal berbagai negara di dunia itu.

Ia mengaku baru kali pertama membeli jamu karena ada kabar virus. “Apalagi sekarang sudah masuk Indonesia. Ini empon-empon untuk kekebalan tubuh,”  ujar Hariyah.

Ungkapan Hariyah ini sejalan dengan ahli gizi dari Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) Devillya Puspita Dewi yang mengatakan rempah-rempah jika dilihat dari kandungannya dapat membantu menangkal virus. Rempah-rempah banyak mengandung senyawa aktif yang mempunyai efek positif terhadap tubuh yakni bermanfaat bagi imunitas dan kekebalan tubuh. “Selain itu, rempah-rempah juga mempunyai sifat farmaceutika, yaitu memiliki fungsi sebagai obat-obatan,”  tuturnya.

Di Kulonprogo, penjual jamu tradisional juga dapat berkah. Dagangan jamunya yang berbasis empon-empon, makin laris dalam beberapa hari terakhir. “Sejak muncul kabar virus korona, banyak yang datang ke sini. Bahkan ada pesanan dari Jakarta, dalam bentuk bubuk,” kata Siti Munjiah, 50, salah seorang penjual jamu di Pasar Wates, Rabu (4/3).

Dijelaskan, ia merupakan generasi ketiga pengelola Kedai Jamu Bu Pono. Dalam sepekan terakhir ini ia harus menambah stok jamu. Jika sebelumnya hanya menyetok 10 sampai 15 galon per hari, saat ini bisa 20 galon per hari.

Jenis jamunya banyak, ada temulawak, kunir asem, kencur, jahe, dan bahan-bahan rempah lainnya. Yang paling laku saat ini adalah jamu kesehatan untuk menjaga imunitas tubuh. “Termasuk untuk menangkal virus korona,” jelasnya.

Musriyati, 40, warga Gadingan, Wates, mengungkapkan, jamu hanya menjadi salah satu alternatif menjaga imunitas tubuh. Namun yang paling penting menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan.

“Saya tadi minum jamu sehat biar badannya kuat, tidak gampang terserang penyakit, apalagi sekarang ada virus korona. Jadi saya lebih sering minum jamu,”  ungkapnya. (cr1/tom/laz)

Jogja Raya