Seribuan bregada memadati Balai Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu(1/3). Mereka berupaya mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) melalui Kirab Bregada Membawa Tumpeng Terbanyak di Indonesia. 1000-an tumpeng pun diarak oleh para bregada dari balai desa menuju Taman Kuliner yang berjarak sekitar 200 meter.

YUWANTORO WINDUAJIE, Sleman, Radar Jogja

RADAR JOGJA – Dari hasil verifikasi, tercatat ada 1.007 tumpeng yang diarak dan dimasak oleh seluruh warga padukuhan di Desa Condongcatur. Dengan demikian, Pemerintah Desa Condongcatur berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus dunia.

Terdapat pula dua gunungan setinggi dua meter yang berisi bahan pangan seperti buah dan sayur. Diperoleh dari hasil swadaya pedagang di Pasar Kolombo, Condongcatur. Dua gunungan bersama 1000-an tumpeng lantas diperebutkan oleh masyarakat yang hadir.

Penggagas kegiatan sekaligus Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan, selain memperingati Serangan Umum 1 Maret, pemecahan rekor bertujuan membuat masyarakat guyub serta mempertahankan semangat gotong royong. “Condongcatur kan desa yang ada di tengah kota. Maka perlu adanya kegaitan yang menjadi sorotan. Terutama kegiatan yang dapat menyatukan mereka,” katanya, usai kegiatan.

Persiapan perhelatan ini telah dilakukan sejak Desember 2019. Sedangkan dana stimulan kegiatan dianggarkan dari APBD sebesar Rp 50 juta. Sisanya diadakan dari swadaya masyarakat. “Alhamdulillah sokongan masyarakat banyak sekali. Ini menandakan antusiasme yang tinggi,” jelasnya.

Di masa mendatang, Reno mengaku akan kembali menggelar acara dengan tujuan serupa. Yakni kegiatan bersama guna mempersatukan masyarakat. “Ke depan ada minum kopi dan jamu bersama yang mungkin bisa mempersatukan masyarakat,” paparnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi percontohan di daerah lain. Kegiatan juga menunjukkan potensi Desa Condongcatur untuk mendukung Sleman yang mandiri, sejahtera, dan berbudaya. “Ini tanda kita sedang nguri-uri budaya adiluhung dengan segala kreativitas dan inovasi,” jelasnya.

Eksekutif Manajer Muri Sri Widayati menjelaskan, ini bukan kali pertama pihaknya mengunjungi Kabupaten Sleman. Sebab, pencatatan rekor Muri kerap dilakukan di wilayah ini. Misalnya pembuatan jadah dan wajik terbesar, rangkaian mangut lele terpanjang, dan relokasi pemukiman terbesar yang dilakukan melalui pendekatan partisipatif. “Dan kali ini kami hadir di Desa Condongcatur untuk kembali mencatatkan rekor spektakuler,” paparnya.

Rekor kirab bregada terbanyak membawa tumpeng tercatat dalam piagam Muri sebagai rekor ke-9.448. Prestasi itu bahkan juga dikukuhkan sebagai rekor dunia atas persetujuan kepala MURI. “Terus terang kami terharu. Kami yang biasa berkililing Indonesia, kegiatan spektakuler seperti ini ternyata dilakukan oleh pemerintah desa,” tandas Sri Widayati. (laz)

Jogja Raya