RADAR JOGJA – Viral tragedi susur sungai SMPN 1 Turi yang menewaskan 10 siswanya dan berujung penetapan tiga tersangka, berdampak terhadap keluarganya. Yang paling merasakan adalah keluarga tersangka Isfan Yoppy Andrian (IYA), 36.  Istri dan kedua anak IYA kini mulai menutup diri, menyusul banyaknya cemoohan dan perundungan yang didapatkan melalui media sosial (medsos) dan lingkungan sekitar.

Paman IYA, Agus Sukamta, 58, menjelaskan, saat ini istri IYA tidak bersedia bertemu dengan orang lain, temasuk keluarganya. Istri IYA hanya mau bertemu denga ibu mertua dan kakaknya. Namun untuk perihal cerita, istri IYA hanya mau bercerita dengan kakaknya.

Tidak hanya itu, kedua anak IYA yang kini kelas V dan VI SD, juga mendapatkan pertanyaan menyudutkan dari teman-teman kelasnya perihal IYA yang menjadi tersangka. Sudah dua hari, kedua anak IYA tidak masuk sekolah dan hanya berdiam diri di rumah. “Mau keluar asalkan sudah dijemput neneknya,”  ungkap Agus Sukamta saat ditemui di Drono, Tridadi, Sleman, kemarin (26/2).

Menurut Agus, keluarga IYA saat ini telah diungsikan ke rumah lain yang dirasa aman untuk kestabilan emosi. Selain itu, keluarga juga mulai membatasi istri dan kedua anak IYA untuk melihat berita maupun sosial media melalui telepon genggam.

Sebelumnya, keluarga juga telah bertemu dengan keluarga korban secara personal untuk menyampaikan permintaan maaf atas musibah itu. Serta keluarga siap untuk mengikuti proses hukum yang tengah berjalan untuk menerima konsekuensi. “Kami menghormati proses itu dan menyatakan tersangka IYA tak melarikan diri sejak awal,” ungkap mantan wakil ketua DPRD Sleman ini.

Ia mengungkapkan, pendampingan dari tim psikologi juga telah dilakukan. Namun pihaknya tidak mengetahui apakah pendampingan akan terus berlanjut atau tidak. Meskipun demikian, pihak keluarga telah meminta bantuan kepada salah satu anggota keluarga yang ahli di bidang psikologi untuk pendampingan secara intensif.

Agus berharap, masyarakat tidak lagi memviralkan yang berkaitan dengan keluarga IYA. Mengingat hal ini akan berdampak pada psikologis anak-anak dan istri IYA. Serta berimbas kepada lingkungan tempat tinggal yang nantinya memperlakukan keluarga IYA. “Namun kami sadar, tidak bisa berbuat banyak,” kata Agus.

Jogja Raya