RADAR JOGJA – Sampah yang menumpuk di hilir Selokan Mataram memicu keresahan masyarakat. Khususnya, petani. Mereka khawatir pencemaran air selokan mempengaruhi kualitas padi.

Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto menjelaskan, sampah yang ada di Selokan Mataram didominasi sampah tumah tangga. Itu mulai sampah plastik sampai diapers. Bahkan, bangkai kucing, ayam, dan anjing juga ditemukan di tumpukan sampah.

Keberadaan sampah tersebut dikhawatirkan mengakibatkan gagalnya pertanian. Kualitas hasil produksi juga menjadi buruk. “Air yang tercemar bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Juga, mengakibatkan gatal pada kulit,” keluh Janu Senin (17/2).

Menurut Janu, para petani dan petugas Selokan Mataram telah berusaha membuat selokan tetap bersih. Mereka melakuan pembersihan selokan secara berkala.

Mereka juga memasang spanduk berisi peringatan. Mereka juga menempelkan spanduk yang intinya larangan membuang sampah di sekolah.

Selain itu, para petani berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kalasan. Koordinasi dilakukan untuk melaksanakan gotong royong membersihkan Selokan Mataram.

Bahkan, Forum Petani Kalasan juga berinisiatif mengadakan sayembara. Siapa saja yang berhasil menangkap irang yang membuang sampah di selokan akan diberi hadiah Rp 500 ribu.

“Kami, petani, mengutuk pembuang sampah di aliran Selokan Mataram. Nantinya pembuang sampah sembarangan akan kami serahkan ke kantor polisi,” tambah Janu.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWSO) Sahril tidak menampik adanya sampah di Selokan Mataram. Terlebih, di titik selokan yang berada di area padat pemukiman.

Tindakan pencegahan dengan memasang banner bertuliskan larangan membuang sampah juga telah dilakukan. Namun, hal tersebut tidak berguna. Larangan tersebut tetap dilanggar.

“Petugas secara rutin yang membersihkan juga ada. Namun, sampah juga tidak henti-henti hilang karena pembuangan yang kerap dilakukan pada malam hari,” ungkap Sahril. (eno).

Jogja Raya