RADAR JOGJA – Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali akan digelar. Kali ini, dalam pelaksaannya yang ke-15 itu bakal dibuka hari Minggu (2/2) dan berlangsung hingga 8 Februari.

Berbagai persiapan sudah tampak dilakukan di pusat kegiatan ini,  Kampung Pecinan Ketandan, kawasan Malioboro, Jogja. Dari pantauan Radar Jogja Kamis (30/1), nuansa Imlek dan pernik-perniknya mulai dipasang di lokasi acara.

Sejumlah tenda, lebih khusus lagi untuk stan kuliner telah didirikan. Di lapangan parkir, para pekerja juga nampak memasang tenda dan panggung pentas seni budaya serta musik. “Ya, lokasi ini akan dijadikan tempat kuliner menu percampuran makanan chinese,” ujar salah seorang penghias stan kuliner, Toni Setio Subagio, di sela menghias stan kuliner.

Toni menjelaskan, salah satu yang dihias adalah sebuah bangunan lama yang sudah tidak dihuni. Tetapi dihiasi sedemikian rupa dengan ornamen khas China atau Imlek. “Ini kami pasang lampion dan topeng-topeng pewayangan khas Chinese,” ujarnya.

Laki-laki 66 tahun ini menambahkan, beberapa menu yang nanti akan ada dalam PBTY XV-2020 ini seperti ayam kluwak, nasi siobak, wedang ronde, bakmoy ayam, pindang bandeng, bakpia, dan lain sebagainya.

Humas PBTY Fantony mengatakan, gelaran PBTY dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2571. “Ini acara tahunan yang memungkinkan masyarakat lebih mengenal alkulturasi seni budaya Tionghoa dan Nusantara,” katanya di sela konferensi pers di Kantor Diskominfosandi Kota Jogja, Kamis (30/1).

Acara bertajuk warna warni budaya dalam keindahan Indonesia itu, lanjut dia, tidak hanya menampilkan kesenian Tionghoa saja. Justru lebih dari 70 persen yang ditampilkan adalah seni budaya Nusantara.

Adapun jadwal selama satu minggu PBTY XV, sebagai pembuka digelar karnaval di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer pada 2 Februari. “Ini akan berlangsung dari pukul 18.00 sampai 22.30,”  jelasnya.

Acara lainnya seperti Jogja Dragon Festival ke-9 atau lomba permainan naga, panggung utama PBTY, pertunjukan Wayang Potehi, lomba budaya mandarin, pemilihan Koko Cici Jogja 2020, pameran rumah budaya, dan lain-lain. Ada pula stan bazar yang menyediakan sekitar 140 stan berbagai makanan. “Ada Indonesian food, Chinese, Korean, dan Japanese,” tambahnya. (wia/laz)

Jogja Raya