RADAR JOGJA – Meningkatkan literasi dan budaya baca untuk warga Kota Jogja, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Jogja menggiatkan kampung baca. Harapannya kebiasaan baca bisa dimulai dari kampung-kampung.

Hal itu dimulai dengan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengukuhan tujuh pengelola kampung baca di Kota Jogja. Pengukuhan dilakukan di sela-sela acara launching BI Corner (Bianca) di Perpustakaan Kota Jogja Selasa (28/1). Kepala DPK Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan, kampung baca merupakan gagasan baru dari Pemkot. Hal ini ditujukan untuk memberikan layanan literasi kepada masyarakat yang langsung mendekati ke user-nya. “Yakni masyarakat di Kota Jogja,” jelasnya.

DPK Kota Jogja bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Jogja untuk membangun kampung baca. Kampung baca tersebut dicetuskan karena Kota Jogja notabene adalah kota pendidikan. “Atmosfer pendidikan itu harus selalu tercipta sampai ke pelosok-pelosok kampung,” tuturnya.

Mantan Kepala Bagian Protokol Kota Jogja itu menjelaskan, dari 190 kampung yang ada di Jogja, diharapkan semua kampung tersebut akan terdapat kampung baca sendiri. Pihaknya akan mencoba tujuh kampung baca terlebih dahulu di tujuh kelurahan yang ada di tujuh kecamatan. “Mereka sebagai pionir dan contoh untuk kampung lainnya,” kata dia.

Tujuh pengelola yang telah dikukuhkan tersebut nantinya bukan hanya sebagai tangan kanan dari perpustakaan Kota Jogja saja. Mereka akan bertanggung jawab mengadakan program literasi setiap harinya. Untuk koleksi dari masing-masing kampung baca tersebut, akan di-support perpustakaan kota. Jumlahnya 500 eksemplar dan satu rak buku. “Sebagai simbolisasi berdirinya kampung baca tersebut,” katanya

Wahyu menjelaskan, jam kerja dari kampung baca tersebut yakni 5-6 hari kerja dari pukul 15.00 sama 18.00. Kampung baca tersebut selain untuk memberikan sirkulasi buku, juga akan memandu kegiatan literasi yang berbeda dari hari ke hari. “Ada pelatihan komputer, pelatihan prakarya, pelatihan teknologi tepat guna, berdasarkan buku-buku literasi yang kami berikan di kampung tersebut,” tuturnya.

HS menyebutkan dengan adanya kampung baca, masyarakat Kota Jogja diharap memiliki referensi sendiri yang berdasar dari buku ilmu pengetahuan, bukan berdasar dari “katanya”. “Pengetahuan didapat langsung dari membaca buku,” jelasnya. (cr1/pra)

Jogja Raya