RADAR JOGJA – Ribuan jamaah dengan khidmat dan khusyuk mengikuti Semaan Alquran di Bangsal Pegalaran Keraton Jogjakarta Sabtu (25/1). Selain dari Jogjakarta, mereka juga datang dari berbagai daerah di Tanah Air.

Acara yang digelar sejak pukul 05.00 ini merupakan rangkaian peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat atau berdirinya Kasultanan Jogjakarta yang digelar setiap 29 Jumadilawal. Tahun ini merupakan peringatan ke 273.

“Pembacaan Alquran dimuai sejak setelah Salat Subuh hingga malam pukul 21.00. Ayat-ayat Alquran dibacakan secara bergantian dan bergilir oleh para khufat,’’ kata  Abdi Dalem Kawedanan Pengulon Keraton Jogjakarta R Penewu Ngabdul Rohmanu. Sedangkan para jamaah menyimak dan mengikuti dengan Alquran yang dibawa masing-masing. Setelah khatam ditutup dengan doa dan tausyiah.

Kegiatan ini dimaknai sebagai syiar dakwah. Bahwa Keraton Jogjakarta menjadi pusat atau puncak kebudayaan Kerajaan Mataram Islam Kuno sejak dahulu kala dan masih eksis hingga sekarang. “Ini memang kami lestarikan sebagai wujud khasanah budaya atau cagar budaya yang memang turun temurun dari Ngarsa Dalem,” jelasnya.

Rangkaian acara Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat  sebelumnya yaitu sugengan atau selametan dengan ziarah ke Makam Raja-Raja di Imogiri  sebagai wujud doa kepada para leluhur. Dan mujahadah di Masjid Kauman. (wia/din)

Jogja Raya