RADAR JOGJA– Kepemilikan senjata tajam (sajam) oleh masyarakat sering disalahgunakan.

Dityo Dwi Setyawan (DD) salah satunya. Dia  harus berurusan dengan Polsek Umbulharjo karena kedapatan membawa senjata tajam di tempat umum.

Kejadian bermula Senin (20/1) malam di wilayah Ponggalan, Giwangan, Kota Jogja. Dityo bersama dua rekannya menyambangi kampung Ponggalan dengan tujuan mencari istrinya. Dityo yang juga dalam keadaan mabuk itu mengitari kampung Ponggalan, mencari keberadaan sang istri yang tak kunjung pulang akibat masalah keluarga.

DI tengah pencarian, DD berpapasan dengan warga yang sedang melaksanakan ronda. Warga pun menanyakan identitas DD. Alih-alih menjawab dengan sopan, DD malah naik pitam. DD berteriak mengancam warga dan akan membacok dengan berujar, “Tak entek I kabeh! (saya habisi semua).”

“Saat itu pelaku sudah ditinggal rekannya karena mabuk dengan alasan membeli rokok. Dia emosi karena pengaruh alkohol. Padahal warga bertanya baik-baik menanyakan identitas si terlapor,” jelas Kapolsek Umbul Harjo Kompol Alaal Prasetyo,” Rabu (22/1).

Warga yang mendengar ancaman dari DD langsung mendekati tersangka, mereka berupaya mengamankan tas yang DD bawa. Tas pun digeledah dan di dalamnya terdapat sajam jenis pedang, tongkat besi, dan keling. “Saat mau diamankan pelaku malah memberontak, kemudian dihajar oleh massa,” jelasnya.

Saat ada warga yang melaporkan kejadian, anggota Polsek Umbulharjo yang tengah piket langsung menuju tempat kejadian perkara. Beruntung DD dapat segera diamankan dari amukan warga. Dia mengalami luka ringan di wajahnya. “Sebelum dibawa ke Polsek, DD dibawa ke RS Hidayatullah untuk mengobati lukanya,” ucapnya.

Sedangkan rekan pelaku yang sempat berkeliling kampung bersama DD saat ini berstatus sebagai saksi. Atas perbuatannya tersangka diancam UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman 12 tahun penjara. (tor/pra)

Jogja Raya