RADAR JOGJA – Kepolisian Sektor (Polsek) Ngemplak membawahi wilayah rawan klitih. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menanggulangi kasus ini. Salah satunya dengan memasang spanduk imbauan terkait aksi kekerasan jalanan atau klitih.

Spanduk berisikan imbauan kepada masyarakat. Khususnya para orang tua untuk mengawasi anak yang keluar malam tanpa adanya alasan jelas.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi menjelaskan spanduk yang dipasang adalah program Polres Sleman. Bertujuan sebagai upaya pemberantasan tindak kejahatan atau kekerasan di jalanan. Spanduk dipasang di tujuh titik.”Di Simpang Pasar Jangkang, wilayah Tugu Elang, Grogolan, Kroulon, dan depan Universitas Islam Indonesia (UII) Jalan Kaliurang,’’ jelasnya.

Selain pemasangan spanduk, upaya pencegahan dilakukan dengan patroli rutin setiap malam. Patroli terpadu rayon II juga dilakukan dari gabungan lima Polsek, yakni Polsek Pakem, Depok Timur, Mlati, Turi, dan Ngemplak.

Jika nantinya masih mendapati anak-anak selama patroli, pihaknya akan bertindak tegas untuk menyuruh pulang agar terhindar dari tindak kekerasan. Sedangkan jika ditemukan anak-anak yang membawa senjata tajam atau narkoba, pihaknya akan menindak secara tegas secara hukum.

Wiwik menyebut, patroli yang dilakukan pada Rabu (15/1) malam, mendapati tiga orang bersepeda motor tanpa kelengkapan surat kendaraan. Selain itu, razia di sekolah juga dilakukannya. Ada 19 motor yang diamankan. Kkarena peraturan sekolah menyebutkan tidak memperbolehkan siswanya membawa kendaraan pribadi.

Selain itu, anak-anak yang seringkali nongkrong di warung yang menyediakan WiFi di wilayah kecamatan Ngemplak juga menjadi perhatian.  Dia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai titik rawan adanya kekerasan jalanan. (eno/din)

Jogja Raya