RADAR JOGJA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja mendapat penolakan dari kelompok buruh di Indonesia. Salah satunya adalah Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) DIJ. Mereka mendesak agar Pemprov DIJ dapat turut serta menolak RUU omnibus law tersebut.

Salah satu tujuan konsep omnibus law adalah memudahkan investor menanamkan modal di Indonesia. Sedangkan, tiap kebijakan publik, termasuk di dalamnya menarik investasi, harus didasarkan pada promosi, pemenuhan, dan perlindungan kepada hak-hak warga negara yang dijamin konstitusi.

Perwakilan DPD KSPSI DIJ Irsyad Ade Irawan menuding isi RUU Cipta Lapangan Kerja tidak jauh berbeda dengan upaya Revisi UU Ketenagakerjaan pada 2006. Revisi UU itu telah ditolak mentah-mentah seluruh serikat pekerja.

”Hak-hak normatif buruh yang merupakan hak konstitusional dan hak hukum tidak bisa dihapuskan atau dikurangi hanya untuk alasan kepentingan menarik investasi,” tegasnya saat melakukan audensi dengan pejabat Pemprov DIJ di Ruang Bima Kompleks Kepatihan Jogjakarta Rabu  (16/1).

Selain itu, RUU akan melestarikan dan berpontensi membuat kontrak dan outsourcing diperluas baik dari segi waktu dan jenis pekerjaan. Lebih jauh, omnibus law berpontensi menghilangkan perlindungan dan kepastian kerja.

Dia menilai omnibus law lebih mengakomodasi kepentingan modal internasional daripada kepentingan dan hak pekerja atau buruh di Indonesia. ”Kami menolak setiap usulan yang bermaksud menghapus upah minimum dan memberlakukan upah per jam,” tegasnya.

Menanggapi desakan dari serikat buruh, Kepala Bagian Rekayasa Perekonomian Sekretaris Daerah DIJ Deden Rokhana Wati mengaku belum menerima draf RUU tersebut. Dia menduga RUU masih mengalami pembahasan lintas sektor.

Dalam proses pembahasan, menurutnya, pemprov akan menerima kunjungan dari DPR RI untuk dapat memberikan masukan. ”Kami akan beri masukan. Siapa tahu saat kunjungan, serikat pekerja bisa diundang sehingga masukan akan lebih tajam. Sebab, serikat jauh memahami hak dan kewajiban sesuai dengan kondisi di lapangan” imbuhnya. (tor/amd)

Jogja Raya