Durian masih menjadi buah favorit bagi para penikmatnya. Terhitung sudah sejak mulai musim durian, November lalu hingga saat ini, durian masih menjadi buruan warga Jogjakarta. Salah satunya di depan kampus UNY.

JIHAN ARON VAHERA, Jogja, Radar Jogja

RADAR JOGJA – Bagi yang tidak suka durian, baunya sangat menyiksa. Tapi sebaliknya. Bagi penggemar durian, buah yang mendapat julan king of fruits itu sangat diidamkan. Penggemarnya tak pernah berkurang.

Salah seorang penjual durian di sepanjang jalan depan UNY, Tijah mengaku memasok buah durian dari Purworejo. Menurut dia, durian dari Purworejo, khususnya Kaligesing menjadi durian primadona dan menjadi incaran penikmat durian. “Baik dari durian yang berkualitas rendah hingga durian yang berkualitas super, kata perempuan asal Wates itu Rabu (15/1).

Tijah mengaku berjualan mulai pagi hingga pukul 23.00. Pasti ada pembelinya tiap hari. Dia mengaku, kebanyakan dari pembeli mencari durian yang ada rasa pahitnya. Para pembeli jika ditanya memilih durian Purworejo karena rasanya manis, ada sedikit rasa pahitnya dan dagingnya tebal. “Buahnya sedikit kuning dan tidak pucat, itu yang selalu dipikiran saya jika ingin membeli durian dari Purworejo,” ujar Alvi Haabibah, salah seorang pembeli durian di mobil pick up Tijah.

Menurut Tijah yang membedakan dari buah durian lain, durian dari daerah Purworejo bentuknya bulat telur dengan warna hijau kekuning-kuningan. Durinya pendek dan rapat. Seratnya juga halus, kadar airnya sedikit yang menjadikan baunya cukup menyengat di hidung dan dagingnya menjadi tidak lembek. Harga yang ditawarkan bervariasi mulai dari kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 75 ribu. “Tergantung dari besar kecilnya buah dan kualitas buahnya,” tuturnya.

Dia pun membagikan tips. Jika ingin memilih durian yang matang dan enak. Awalnya biasanya dengan menepuk-nepuk buah durian, jika berbunyi “bluk-bluk” maka menandakan bahwa durian sudah matang. Kemudian, aroma dari buah durian itu harum tanpa harus membukanya terlebih dahulu. Juga memilih buah durian yang beratnya ringan dan berbentuk bulat karena dipercaya dagingnya tebal dan bijinya kecil. Selanjutnya, jika tangkai durian bentuknya tidak beraturan atau tidak ada bekas pisau, berarti itu jatuh sendiri dari pohon dan dapat dipastikan matangnya sempurna. “Terkadang saya menawarkan ke pembeli, jika tidak puas ya saya bukakan buahnya. Kalau sudah yakin ya langsung dibungkus. Tergantung pembeli,” tutur Tijah.

Menurut dia, banyak dari pembeli yang sudah pintar memilih, kalau yang ragu-ragu biasanya makan ditempat. Kalau yang sudah terbiasa dan tahu durian biasanya langsung dibawa pulang. “Banyak yang borong,” tambahnya. (pra)

Jogja Raya