RADAR JOGJA –Palang Merah Indonesia (PMI) DIJ tengah menggencarkan mengirim broadcast message melalui Short Message Service (SMS) dan WhatsApp (WA). Mereka mengirimnya kepada pendonor rutin untuk melakukan donor darah sukarela.
Hal itu mengingat setiap Januari, pada awal tahun PMI DIJ mengalami kekurangan stok darah. Selain broadcast , mereka juga aktif mengabarkan jumlah stok darah melalui berbagai media. “Ayo kembali mendonorkan darahnya,” kata Humas PMI DIJ Warjiyani, Selasa (7/1).
Yani, sapaanya, mengaku salama ini PMI mengandalkan pasokan darah dari kegiatan donor darah massal yang dilaksanakan oleh instansi. Tapi di awal tahun, instansi-instansi yang telah bekerjasama dengan PMI belum menetapkan agenda. “Akibatnya, stok persediaan kantong darah kini menipis,” tuturnya.
Selama ini PMI menggunakan sistem droping dalam pendistribusian darah. Mereka mengutamakan kebutuhan darah RS di Kota Jogja. Apabila sudah cukup, maka kantong darah akan didistribusikan ke wilayah lainnya.
Yani mengatakan saat ini PMI mengharapkan kesadaran masyarakat. Salah satunya dengan mem-branding donor darah sebagai lifestyle. Timbul gaya hidup untuk melakukan donor darah rutin. Sehingga masyarakat yang membutuhkan darah tidak lagi bingung. Akan tetapi, disadari oleh Yani jika kesadaran masyarakat harus dibarengi dengan kesiapan sistem. “Semuanya bergerak bersamaan,” ungkapnya.
Selain itu, Yani juga menyoroti, saat ini masih banyak RS di DIJ yang belum memiliki bank darah sendiri. Padahal sudah ada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 83 tahun 2014 tentang Unit Tranfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Tranfusi Darah. “Kami dorong supaya kebutuhan darah bisa terpenuhi,” ujarnya. (cr2/pra)

Jogja Raya