RADAR JOGJA – Salah satu kawasan dikatakan tidak kumuh lagi, yaitu bisa dilewati ambulans atau mobil pemadam kebakaran. Itu pula yang mendasari pelebaran Jembatan Ngampilan, di atas Kali Winanga. Meski akses roda empat baru dari Pakuncen, Wirobrajan.

Fungsi jembatan yang sebelumnya hanya memiliki lebar kurang lebih tiga meter menjadi lima meter. Sehingga aksebilitas untuk roda empat sudah bisa dilewati, dibandingkan sebelumnya yang maskimal mobil hanya bisa masuk hingga sisi barat jembatan. “Ya sudah bisa dilewati sejak akhir Desember kemarin,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kota Jogja, Umi Akhsanti, ditemui di kantornya, Senin (6/1).

Umi menjelaskan dengan adanya fasilitas jembatan yang baru ini paling tidak akses jika ada kejadian darurat seperti sakit atau kebakaran, kendaraan yang bersifat kedaruratan pula bisa mengakses. Meskipun belum bisa tembus ke Jalan Letjend Suprapto. “Tapi paling tidak sudah bisa terakses sampai ke sisi timur jembatan, tapi mobil balik lagi,” ujarnya.

Menurut dia, indikator syarat sebagai kawasan tidak kumuh salah satunya adalah aksebilitas. Karena sebelumnya tidak ada akses maka disebut sebagai kawasan kumuh. Meski baru sekedar hanya bisa diakses sampai pada timur jembatan. Dari pantauan, Radar Jogja, Senin (6/1), sebelah timur jembatan hanya terdapat jalan inspeksi yang menuju ke Jalan Letjend Suprapto, dan tidak bisa terlewati oleh roda empat.

Umi menambahkan mobil harus balik ulang tembus ke Pasar Klithikan, Pakuncen, Jalan HOS Cokroaminoto, Wirobrajan. “Kami belum ada rencana untuk membuka akses menuju ke timur (Jalan Letjend Suprapto),” tuturnya. Karena perlu rencana pembebasan lahan karena banyak rumah-rumah warga. “Ya lahannya belum ada aja,” tambahnya.

Dalam tahun ini pun, dia belum ada merencanakan pembangunan jembatan baru. “Tahun ini belum ada lagi. Mungkin t 2021 atau 2022,” imbuhnya.

Selaku warga sekitar, Yuli mengungkapkan dengan adanya jembatan baru menyambut baik karena bisa terakses oleh roda empat. Meskipun akses menuju ke Jalan Letjend Suprapto masih belum bisa diakses oleh mobil. Selama ini mobil-mobil warga sekitar sisi timur jembatan terparkir di sekitar Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja. “Ya Alhamdulillah sudah ada jembatan baru. Tapi yang ke timur belum ada,” ungkapnya. (wia/pra)

Jogja Raya