RADAR JOGJA – Kasus salah tangkap diikuti tindak kekerasan, yang dilakukan anggota Polresta Jogja terhadap Halimi Fajri dan satu orang rekannya berujung damai. Pelaporan Halimi ke Polda DIJ akan segera dicabut. Itu sesuai hasil mediasi antara Polresta Jogja dengan pelapor.

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Sutikno mengatakan, pelaporan yang dilakukan Halimi ke Polda DIJ berujung mediasi. Mediasi dilakukan di Mapolresta Jogja pada Rabu (1/1) lalu dengan melibatkan pihak korban, keluarga atau kerabat dan kepolisian. “Hasilnya korban akan segera mencabut laporan pengaduannya,” katanya Kamis (2/1).

Menurut dia, adanya tindak kekerasan disebabkan karena pelapor dianggap tidak kooperatif saat diamankan. Pihak keluarga pelapor pun memahami kejadian tersebut. Rencananya korban akan segera mencabut laporan ke Polda DIJ. “Korban menganggap masalah sudah clear dan selesai,” jelasnya.

Penyidik juga telah mengembalikan semua barang milik korban yang disita. Meliputi sepatu, ponsel, dompet, dan kartu ATM. Sebagai bentuk tanggung jawab, penyidik akan mengganti biaya pengobatan korban akibat tidak kekerasan. “Ya akan bertanggung jawab. Sebagai gantinya akan mengganti biaya pengobatan korban,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan DIJ Budhi Masturi mengatakan, beberapa waktu lalu ada aduan dari Halimi mengenai kasus salah tangkap. Namun dia belum mengetahu adanya proses mediasi yang telah dilakukan kedua belah pihak. “Dapat laporan Jumat (27/12), langsung kami tindak lanjuti karena yang bersangkutan mau belajar di kampung Inggris di Pare. Saat ini di kami laporan belum dicabut,” jelasnya.

Pihaknya telah memberikan tenggat waktu 14 hari kepada Polresta Jogja untuk membalas permintaan klarifikasi yang dilayangkan ORI DIJ. Terkait adanya tindakan melanggar prosedur dalam penyidikan. Misalnya penangkapan tanpa surat perintah dan penangkapan, tindakan kekerasan, dan penyitaan barang korban. “Proses akan terus berlangsung selama laporannya belum dicabut,” imbuhnya.

Sedangkan Halimi beserta kerabatnya belum bisa dimintai konfirmasi terkait kelanjutan kasusnya. Pesan singkat dan panggilan telpon dari Radar Jogja tidak direspon hingga berita ini ditulis. (cr16/pra)

Jogja Raya