RADAR JOGJA – Umat Katolik di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tadi malam mengikuti misa Natal di berbagai gereja yang ada. Ribuan jemaat pun berbondong-bondong datang ke tempat-tempat ibadah untuk menghadiri perayaan malam Natal tahun ini.

Di Sleman, tepatnya di Gereja Santo Thomas, Seyegan, ratusan jemaat mengikuti misa malam Natal. Dalam perayaan malam yang menjadi refleksi kelahiran Yesus Kristus itu juga ada visualiasi peletakan bayi Yesus ke dalam palungan. Misa pun terasa khidmat.

Di Kota Jogja, ribuan jemaat menghadiri misa Natal di Gereja Santo Antonius, Kotabaru. Ribuan jemaaat ini tidak hanya datang dari Kota Jogja saja, tapi juga dari daerah lain. Gereja ini mampu menampung sekitar 15 ribu jemaat.

Pada siang hari, guna memastikan rasa aman selama perayaan Natal, jajaran Brimob Polda DIJ kembali melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Jogja.  Sterilisasi digelar di empat gereja dengan skala prioritas.

Upaya ini untuk mencari dan mengamankan benda berhaya yang berkaitan dengan bahan peledak maupun bom. Di Kota Jogja ada empat gereja dengan skala prioritas. Yakni Gereja Santo Antonius, Kotabaru; Gereja Santo Albertus Agung, Jetis; Gereja Pugeran; dan Gereja Santo Yusuf, Bintaran.

Pada malam hari tim penjinak bom (Jibom) dibagi menjadi tiga unit untuk bersiaga saat ibadah Natal. “Tim pertama di Kotabaru, tim dua di Jalan Kaliurang Gereja Banteng, dan tim tiga di Ganjuran, Bantul,” jelas Dansubden Penjinak Bom Dentasemen Gegana Satbrimob Polda DIJ AKP Suripto setelah melakukan sterilisasi di Gereja Santo Antonius, Kotabaru, Selasa (24/12).

Selain menyiagakan personel, pihaknya juga memasang x-ray dan metal detctor di gereja prioritas. Semua pengunjung, baik panitia maupun jemaat yang akan memasuki gereja, dicek tanpa terkecuali. “Semua dipasang x-ray. Nanti x-ray yang besar roda empat itu kami pasang. Tempat lain metal detektor siap,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan, sampai sejauh ini tidak ditemui benda-benda yang berbahaya. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik di halaman, altar gereja, maupun ruangan-ruangan.

Kapolsek Gondomanan Kompol Boni Pasius Slamet mengatakan, pihaknya menerjunkan 30 personel di empat gereja prioritas. Sedangkan di gereja lain minimal ada dua personel yang diterjunkan. “Di Kota Jogja ada 13 gereja, semua gereja akan diterjunkan personel,” jelasnya.

Setelah sterilisasi usai, gereja ditutup hingga perayaan Natal berlangsung. Pengamanan berlapis dinilai sangat diperlukan mengingat jumlah jemaat yang begitu besar akan memasuki lokasi.

Orang tak dikenal dikatakan bakal membanjiri gereja terbesar di Kota Jogja itu. “Umat di sini secara administrasi tercatat sebanyak 3.000 orang. Tapi kalau ditambah pendatang, diperkirakan bisa 15 ribu lebih,” jelasnya.

Kepala Paroki Gereja Kotabaru Santo Antonius Romo Maharsono mengapresiasi adanya pengamanan berlapis dari kepolisian. “Tanpa mengurangi kepercayaan, pengamanan itu bagian dari sopan santun pada sebuah kelompok besar (negara). Kita harus mematuhi aturan,” terangnya. (cr16/laz)

Jogja Raya