RADAR JOGJA – Makin banyak kampung di Kota Jogja yang mempunyai lorong sayur. Keberadaanya dinilai bisa meningkatkan gizi warganya. Sekaligus bisa dimanfaatkan nilai ekonominya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan sudah banyak keterlibatan warga dalam mendorong program unggulan pemkot tersebut. “Sudah banyak warga yang tergabung. Dan di sini termasuk yang merintis dari kampung sayur yang belum ada menjadi ada seperti sekarang,” kata HP di sela memanen hasil lorong sayur di Kampung Sayur Lempuyangan, Danurejam, Minggu (21/12).

Ada tiga titik atau tiga RW sayur yang dipanen. Sayur-sayur yang dipanen berada di gang atau lorong-lorong sayur dan pekarangan rumah warga.

HP menjelaskan kampung sayur Lempuyangan murni swadaya dari masyarakat yang melakukan. Sebuah keinginan yang muncul dari masyarakat untuk membuat kampungnya menjadi kampung sayur.

Hal seperti itu yang termasuk dorongan pemkot agar seluruh kampung di kota Jogja tertarik untuk membuat kampung sayur. Sebab, ini merupakan bagian dari program lingkungan menghijaukan kota. Juga bisa membuat udara kota agar jauh lebih sejuk dan menjadi bagian dari ketahanan pangan. Masyarakat tidak selalu bergantung pada pasar. “Kalau sudah tercukupi sendiri, kenapa harus bergantung dengan pasar. Nah, supaya kebutuhan pangan kita juga tercukupi,” ucapnya.

Melalui kampung sayur itu pula, HP menambahkan masyarakat bisa saling bertukar hasil tanaman mereka ketika masa panen. Sarana guyub rukun antara warga, juga banyak dirasakan masyarakat. “Selain kebutuhan pangan kita tercukupi paling tidak guyub rukunnya juga semakin kuat,” tambahnya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Bonjolu, RW 03, Lempuyangan, Danurejan, Mahfud mengatakan kegiatan menanam sayur sebenarnya sudah dilakukan lebih dulu oleh warga dan masyarakat sekitar sebelum terbentuknya kelompok tani pada dua bulan yang lalu. “Ya setelah terbentuknya ini kita mantapkan betul untuk menggali potensi lagi yang punya nilai ekonomis yang bisa dikembangkan,” katanya. (cr15/pra)

Jogja Raya