RADAR JOGJA – Malioboro dipastikan tetap menjadi tujuan utama wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti. Dalam rangka menyediakan destinasi wisata alternatif, Dinas Pariwisata Kota Jogja tengah mengoptimalkan keberadaan kampong- kampung wisata di Kota Jogja.

Guna memecah kepadatan wisatawan di kawasan Malioboro, akan dioptimalkan lima dari 17 kampung wisata yang ada di Kota Jogja. Di antaranya kampung wisata yang berada di Kotagede dan di sekitar Keraton Jogjakarta. Strategi ini juga ditempuh untuk meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan.

Salah satu kunci pengoptimalan kampung wisata adalah memperkuat storytelling atau latar belakang sejarah suatu destinasi maupun potensi daerah untuk menarik minat wisatawan. “Pengalaman yang ditawarkan dapat berupa menikmati rumah Jawa, belanja di pasar tradisional, kuliner tradisional, dan kerajinan-kerajinan,” terang Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Yetti Martanti.

Selain itu kampung wisata perlu mengemban konsep living culture yakni bagaimana kehidupan bermasyarakat atau kehidupan sosial budaya dapat terbangun di kampung tersebut. “Kehidupan sosial budaya masyarakat bisa jadi kekuatan wisata di Kota Joga,” tambahnya.

Oleh sebab itu wisatawan yang berkunjung nantinya harus bisa merasakan interaksi dengan warga untuk memperoleh pengalaman yang berharga. Di antaranya melihat dan terlibat dalam kegiatan yang biasa dilakukan warganya. “Selain memperoleh pengalaman membuat batik, wisatawan akan teredukasi mengapa harga batik atau barang kerajinan lain cukup mahal,” katanya.

Dispar Kota Jogja tengah bekerja sama dengan Association ot The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) untuk memperkenalkan paket wisata yang memasukkan kampung wisata sebagai salah satu tujuan wisata.

Kunjungan wisatawan saat libur Nataru dipastikan bakal membeludak. Jumlah kunjungan diprediksi bakal naik 70 persen dibanding libur Nataru tahun 2018. Pihaknya mencatat, pada rentang waktu tiga tahun, jumlah wisatawan mencapai angka empat juta dengan rincian 2016 sebanyak 3,5 juta, 2017 di 3,8 juta, serta 2018 sebanyak 4,1 juta. “Jika Desember 2018 terdapat sekitar 400 ribu wisatawan, tahun ini bisa mencapai sekitar 600 ribu wisatawan,” ungkapnya. (cr16/din)

Jogja Raya