RADAR JOGJA – Untuk memecah kepadatan di kawasan Malioboro, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja menawarkan kawasan Kotabaru. Salah satu faktor penarik, di antaranya wisata sejarah. Dengan banyaknya bangunan Indis di sana.

Sekretaris Dinpar Kota Jogja Yetty Martanti menyebut, untuk mengenalkan Kotabaru, banyak sekali yang bisa dikunjungi di sana. “Karena banyak sekali latar belakang sejarahnya,” kata saat dihubungi wartawan, Sabtu (7/12).

Yetty menjelaskan, kawasan Kotabaru bisa menjadi daya tarik wisatawan karena terdapat arsitektur bangunan bersejarah yang berdiri di sana bergaya Indis. Seperti gedung SMA 3 Jogja, Tugu romawi portugis, Masjid Syuhada, Gereja, Mesin Sandi, dan beberapa lainnya yang berarsitektur gaya Indis. Selain itu juga ada, kawasan kuliner, kafe, kawasan kecantikan dan kesehatan maupun konsep taman garden city. “Sejarah-sejarah itu yang kami bangun melalui story telling (cerita) yang akan kami kenalkan kepada wisatawan,” ujarnya.

Untuk mendukungnya, sudah dilakukan penyiapan infrastruktur pedestrian Kotabaru yang nantinya menjadi terintegrasi. Menurut dia, destinasi memerlukan infrastuktur untuk pendukung dari kebutuhan wisatawan. “Jadi banyak sekali story behind the building yang harus kami sampaikan kepada masyarakat dan wisatawan,” tambahnya.

Selain itu, dia juga akan menyiapkan tourist information service yang akan melayani informasi kepada seluruh wisatawan yang hadir ke Jogja. Baik di Kantor Dinas Pariwisata Jalan Suroto Kotabaru, Gondokusuman, Jogja maupun di Malioboro dengan menempatkan pemandu wisata dan Dimas Diajeng. “Mereka nanti yang akan membantu memberikan pelayanan informasi,” tambahnya.

Sehingga, lanjut dia, berbagai informasi apapun pemandu wisata dan Dimas Diajeng akan dilibatkan untuk membantu terkait dengan destinasi hotel, wisata, termasuk juga angkutan umum yang bisa digunakan, kuliner, dan sebagainya.

Sedangkan untuk keamanan, jumlah personel Jogoboro yang disiagakan selama libur akhir tahun akan disesuaikan dengan kondisi di kawasan Malioboro. Maupun aktif memberikan informasi melalui Radio Widoro yang bisa didengarkan di sepanjang Malioboro terkait kehilangan dan informasi apapun. “Kami tidak ingin ada komplain lagi, ini demi menjaga kenyamanan wisatawan selama tinggal di Jogja,” ucapnya.

Dia mencatat pada Desember ini menjadi puncak kunjungan wisata di kota Jogja. Pun lada tahun ini diperkirakan akan terjadi kenaikan kunjungan wisatawan sekitar 70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dari sekitar 400.000 wisatawan menjadi lebih dari 600.000 wisatawan. “Karena Natal dan Tahun Baru dan ada liburan sekolah maka akan semakin banyak,” tuturnya. (cr15/pra)

Jogja Raya